Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sahur on The Road di Jombang Viral, Dikecam Karena Pakai Sound Horeg dan Penari Seksi

Nurista Purnamasari • Selasa, 24 Februari 2026 | 05:51 WIB

Acara sahur on the road (SOTR) viral di Jombang dan menuai kontroversi karena menggunakan sound horeg dan penari seksi.
Acara sahur on the road (SOTR) viral di Jombang dan menuai kontroversi karena menggunakan sound horeg dan penari seksi.

RADAR SURABAYA - Tradisi sahur on the road (SOTR) di Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Jombang, mendadak viral di media sosial. Ribuan peserta pawai motor mengikuti iringan sound horeg sejak dini hari hingga pagi.

Namun, acara ini menuai kritik karena menampilkan aksi joget seksi yang dianggap tidak pantas di bulan Ramadan.

Video SOTR tersebut diunggah sejumlah akun TikTok. Dalam salah satu rekaman, terlihat seorang penari berpakaian ketat meliuk-liuk di depan sound system milik Aprelia Production, bahkan menerima saweran dari penonton. Hal ini memicu komentar pedas dari warganet.

“Puasa kok masih ada dancer seperti itu, seharusnya lebih santun,” tulis akun @Aji***

“Bagaimana sahur on the road kok ada penari,” tambah akun @iqb***.

Sekretaris Desa Jatibanjar, Hengki, membenarkan kegiatan tersebut berlangsung di jalan penghubung desanya dengan Desa Sumbergondang. Namun ia menegaskan, acara itu bukan diselenggarakan oleh pemerintah desa.

“Jogetan seksi semestinya tidak pantas ada di bulan puasa. Itu jelas tidak sesuai,” ujarnya, Selasa (24/2).

Penjelasan Penyelenggara

Pemilik Aprelia Production, Aprelia, mengungkapkan lebih dari 10 sound horeg ikut meramaikan SOTR. Menurutnya, tidak ada pihak yang menyewa, melainkan para pemilik sound system berinisiatif berkumpul. “Itu tidak ada yang menyewa, memang sering sahur on the road keliling lalu kumpul di situ,” jelasnya.

Aprelia juga mengakui adanya penari di depan sound miliknya. Namun ia menegaskan tidak pernah membawa atau menyewa penari tersebut.

“Tiba-tiba ada banci itu yang joget-joget depan salon. Sebelum kami datang, dia sudah di lokasi,” tandasnya.

Kapolsek Ploso, Kompol Achmad Chairuddin menegaskan, SOTR ini tanpa izin dari kepolisian maupun pemerintah desa setempat.

"Tanpa izin, kami juga tidak mengizinkan. Termasuk kadesnya (Jatibanjar) juga tidak tahu, tahunya dari warganya," tegasnya dikutip dari Detikcom, Selasa (24/2).

Gelaran serupa, lanjut Chairuddin, juga terjadi hari Minggu pertama Ramadan tahun 2025. Polsek Ploso pun melakukan antisipasi secara preemtif sehingga tidak terulang di hari minggu berikutnya.

Ramadan kali ini, pihaknya juga bakal melakukan langkah antisipasi. Sebab Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan telah mengimbau masyarakat agar tidak menggelar acara yang mengganggu kamtibmas maupun ketenangan selama Ramadan.

"Ke depan Minggu pagi kami antisipasi patroli gabungan dengan Polsek Kabuh dan melibatkan pemerintah desa. Kami imbau masyarakat kalau jalan-jalan pagi setelah sahur tidak usah pakai sound," jelasnya.

Seperti halnya warganet, Chairuddin juga menyayangkan adanya waria yang berjoget seksi di gelaran SOTR ini. "Informasinya itu spontan, itu diduga waria, tapi tidak etis puasa-puasa seperti itu," tandasnya. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#viral #jombang #penari seksi #sound horeg #sahur on the road #ganggu ketertiban #ramadan