RADAR SURABAYA - Ledakan hebat mengguncang Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Rabu (18/2) siang. Peristiwa ini menghancurkan rumah milik Kulsum, 60, dan merusak belasan rumah warga lain. Polisi menduga ledakan berasal dari serbuk petasan yang disimpan di dalam rumah tersebut.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menjelaskan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. “Sesuai keterangan saksi, ledakan terdengar keras hingga membuat rumah Kulsum rata dengan tanah,” ujarnya di lokasi kejadian.
Akibat insiden ini, Supriyadi, 50, meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara tujuh orang lainnya mengalami luka bakar dan patah tulang, di antaranya Samsul, 22, Riko, 25, Faiz, 20, Fino, 25, Kulsum, 60, dan Abdurrahman, 15.
Korban Abdurrahman dirujuk ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo karena mengalami luka bakar serius hingga 90 persen.
Hasil Olah TKP
Tim Identifikasi Satreskrim Polres Situbondo bersama Labfor Polda Jatim menyisir puing-puing rumah dan menemukan 18 barang bukti.
“Kami mengamankan selongsong petasan, alat penggulung, sumbu, hingga rekaman CCTV dan pakaian korban. Semua bukti merujuk pada bahan peledak jenis low explosive,” kata AKBP Bayu kepada wartawan, Jumat (20/2).
Ledakan tersebut bahkan meninggalkan cekungan di lantai rumah dengan diameter 52 sentimeter dan kedalaman 7 sentimeter.
“Cekungan itu terbentuk murni akibat daya tekan ledakan, bukan karena adanya bunker penyimpanan,” tambahnya.
Selain rumah Kulsum yang hancur total, tercatat 11 rumah lain mengalami kerusakan ringan seperti pecah kaca dan atap runtuh.
Polisi menyebut kondisi para korban masih memprihatinkan sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.
“Korban rata-rata mengalami luka bakar di atas 50 persen dan masih dalam kondisi syok berat. Prioritas kami saat ini adalah penanganan medis mereka,” jelas Kapolres Bayu.
Warga sekitar mengaku kaget dengan suara ledakan yang terdengar hingga radius beberapa kilometer.
Sejumlah saksi mata menyebut ledakan disertai getaran kuat yang membuat kaca rumah pecah dan atap berguncang.
Perakitan petasan ilegal di Jawa Timur bukan kali pertama menimbulkan korban jiwa. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus serupa terjadi di Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi.
Menurut catatan kepolisian, bahan peledak jenis low explosive seperti bubuk petasan dapat menimbulkan kerusakan besar jika disimpan dalam jumlah banyak.
Selain risiko ledakan, aktivitas ini juga berpotensi menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan.
Peristiwa di Situbondo menjadi pengingat keras akan bahaya perakitan petasan di lingkungan masyarakat.
Polisi masih mendalami asal-usul bahan baku peledak dan menegaskan akan menindak tegas praktik produksi ilegal yang membahayakan keselamatan warga. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari