Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Harga Cabai Rawit di Jatim Tembus Rp 100 Ribu, Petani Prediksi Turun saat Awal Ramadan

Mus Purmadani • Selasa, 17 Februari 2026 | 14:30 WIB
Harga cabai di Jawa Timur selalu fluktuatif. (IST)
Harga cabai di Jawa Timur selalu fluktuatif. (IST)

RADAR SURABAYA – Harga cabai di Jawa Timur mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit yang kini menembus lebih dari Rp 100 ribu per kilogram di sejumlah daerah.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok (Siskaperbapo) Provinsi Jawa Timur, harga rata-rata cabai rawit di wilayah tersebut saat ini mencapai Rp 90.493 per kilogram. Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Pamekasan sebesar Rp 112.500 per kilogram, sementara harga terendah berada di Kabupaten Blitar yakni Rp 75.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah besar juga mengalami kenaikan meski tidak setinggi cabai rawit. Rata-rata harga cabai merah besar di Jawa Timur saat ini mencapai Rp 31.666 per kilogram. Harga tertinggi tercatat di Kota Kediri sebesar Rp43.333 per kilogram, sedangkan harga terendah berada di Kabupaten Lumajang dengan Rp 25.000 per kilogram.

Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jawa Timur, Nanang Triatmoko, mengatakan kenaikan harga cabai tersebut dipicu meningkatnya permintaan di tengah stok yang relatif tidak bertambah.

“Permintaan meningkat, sementara stok tidak berubah. Itu yang menyebabkan harga naik dalam sepekan terakhir,” ujar Nanang kepada Radar Surabaya, Selasa (17/2).

Meski demikian, Nanang memastikan harga cabai berpotensi turun saat memasuki awal Ramadan. Ia menilai kenaikan saat ini bersifat sementara dan lebih dipengaruhi faktor psikologis pasar menjelang puasa.
Nanang juga mengaku heran dengan lonjakan harga di tingkat konsumen. Pasalnya, harga cabai rawit merah di tingkat petani sebenarnya masih berkisar Rp 70.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar sekitar Rp 24.000 per kilogram.

Menurutnya, selisih harga yang cukup tinggi tersebut kemungkinan terjadi di rantai distribusi. Selain itu, kendala produksi akibat faktor cuaca dan serangan penyakit tanaman turut memengaruhi pasokan.

“Petani masih menghadapi kendala penyakit antraknosa dan curah hujan yang tinggi. Ini berdampak pada kualitas dan jumlah produksi,” jelasnya.

Ia berharap kondisi cuaca segera membaik agar produksi cabai kembali normal sehingga harga di pasaran dapat stabil menjelang Ramadan. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#harga cabai #awal ramadan #cabai rawit #panen cabai #cabai merah besar