RADAR SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) Aries Agung Paewai menegaskan bahwa penguatan talenta digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak sekadar soal penguasaan aplikasi, melainkan kemampuan memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki kualitas layanan publik, khususnya di sektor pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Aries saat memberikan paparan dalam kegiatan Webinar ASN Belajar Seri 3, Minggu (1/2). Ia mengapresiasi komitmen para ASN yang mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat.
“Talenta digital bukan tentang siapa yang paling mahir teknologi, melainkan siapa yang mampu menggunakan teknologi untuk memberi manfaat. Pendidikan Jawa Timur harus hadir menyiapkan itu dari sekolah, oleh guru, bersama ASN, untuk masa depan generasi kita,” ujar Aries.
Menurutnya, konsep digital impact menjadi kunci dalam transformasi birokrasi pendidikan. Teknologi harus benar-benar membantu pekerjaan ASN, mulai dari guru yang mengajar lebih tepat sasaran, kepala sekolah yang mengambil keputusan berbasis data, hingga peningkatan transparansi dan akuntabilitas layanan publik.
Aries mengingatkan bahwa tantangan ASN saat ini bukan lagi soal bisa atau tidak bisa teknologi, melainkan apakah teknologi yang digunakan mampu menyelesaikan persoalan publik. Karena itu, talenta digital harus dipahami sebagai pola pikir, bukan sekadar profesi.
“ASN dituntut mampu menganalisis data, menyelesaikan masalah, memperbaiki mutu layanan, dan menciptakan nilai tambah bagi organisasi,” tegasnya.
Ia mencontohkan sejumlah implementasi konkret, seperti guru yang memanfaatkan data asesmen untuk memetakan capaian murid, kepala sekolah yang menggunakan digital untuk menentukan prioritas anggaran, hingga penyederhanaan layanan melalui sistem digital. Sementara itu, peserta didik SMA dan SMK diharapkan siap memasuki dunia kerja berbasis teknologi.
“Inilah digital impact di level praktik konkret, dapat diukur, dan dirasakan langsung,” kata Aries.
Lebih lanjut, Aries menyoroti perubahan dunia kerja yang kini lebih menekankan skill dibandingkan sekadar ijazah. Di sisi lain, generasi muda yang akrab dengan teknologi belum tentu produktif secara digital, sehingga penguatan talenta digital menjadi kebutuhan mendesak.
Program penguatan talenta digital ini, lanjutnya, menyasar seluruh ekosistem pendidikan. ASN pendidikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik, guru dan kepala sekolah menciptakan pembelajaran yang adaptif dan relevan, peserta didik menjadi problem solver yang siap masuk industri digital, serta masyarakat membangun budaya belajar sepanjang hayat.
Transformasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan Jatim Cerdas, Pendidikan Berdampak, serta SDM Unggul Berdaya Saing. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto