Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

453 Ribu Dosis Vaksin PMK Tahap Pertama Disalurkan ke Seluruh Jawa Timur

Mus Purmadani • Kamis, 29 Januari 2026 | 14:30 WIB

Vaksinasi sapi untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Timur. (IST)
Vaksinasi sapi untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Timur. (IST)
 

RADAR SURABAYA – Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma menyerahkan sebanyak 453.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Distribusi vaksin tahap pertama tersebut telah disebarkan ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, Rabu (28/1).

Kepala BBVF Pusvetma, Edy Budi Susila, mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari total alokasi vaksin PMK untuk Jawa Timur yang diberikan oleh Kementerian Pertanian RI. Jawa Timur mendapat alokasi 1.510.000 dosis vaksin dari Kementerian Pertanian.

“Untuk tahap pertama 453.000 dosis sudah kami distribusikan ke kabupaten/kota di Jatim,” ujar Edy kepada Radar Surabaya, Kamis (29/1).

Edy menjelaskan, setiap ekor ternak akan mendapatkan vaksin PMK dua kali dalam setahun atau setiap enam bulan sekali. Tingkat efektivitas vaksin tersebut sekitar 90 persen.

“Vaksin dari bantuan pemerintah ini gratis. Namun, untuk kelompok peternak atau koperasi yang melakukan vaksinasi secara mandiri, biasanya ada biaya yang ditanggung secara swadaya,” jelasnya.

Terkait meningkatnya kasus PMK, Edy menyebut salah satu penyebabnya adalah faktor lingkungan dan mobilitas ternak. Menurutnya, PMK dapat menular melalui udara, terlebih pada kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan kandang menjadi becek dan kurang higienis, sehingga memicu penularan. Selain itu, penularan juga sering terjadi melalui transaksi jual beli ternak di pasar. Karena itu, setiap pembelian sapi sebaiknya dilakukan karantina terlebih dahulu dan divaksin,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan vaksin PMK telah tersedia dan mulai dimanfaatkan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut. Ia menegaskan fokus utama vaksinasi tahap pertama menyasar sapi pedaging.

“Vaksinnya sudah datang dan sudah didistribusikan. Fokusnya 453.000 vaksin tahap pertama ini, dengan sasaran utama sapi pedaging karena kasus PMK paling banyak terjadi pada jenis ternak tersebut,” ujar Emil.

Emil mengakui total alokasi vaksin sekitar 1,5 juta dosis memang belum sepenuhnya mencakup seluruh populasi ternak di Jawa Timur. Namun, vaksinasi akan dilakukan melalui kombinasi antara bantuan pemerintah dan swadaya peternak.

Editor : Lambertus Hurek
#BBVF #PMK Sapi #Wagub Jatim Emil Dardak #Pusvetma Surabaya vaksin PMK #vaksinasi sapi Jatim #Penyakit Mulut dan Kuku