Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bus Wisata Asal Kalimantan Kecelakaan di Jember, Tiga Hari Gagal Dievakuasi dan Diwarnai Kejadian Mistis

Muhammad Firman Syah • Senin, 26 Januari 2026 | 08:40 WIB

 

Tak Berhasil : Sebuah bus yang terlibat kecelakaan di Jember berkali-kali gagal dievakusasi.
Tak Berhasil : Sebuah bus yang terlibat kecelakaan di Jember berkali-kali gagal dievakusasi.

Jember— Sebuah bus pariwisata yang mengangkut sekitar 60 penumpang asal Kalimantan mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa Sumber Kejayan, Mayang, Jember, Kamis (22/01). Bus tersebut keluar jalur dan masuk ke area persawahan. Hingga Minggu (25/01) bus masih gagal dievakuasi meskipun sudah mendatangkan sejumlah alat berat.

Informasi dilapangan menyebut, upaya evakuasi dilakukan berulang kali. Hari pertama, gagal. Hari kedua, kembali gagal. Hari ketiga, tiga unit alat derek dikerahkan, namun hasilnya tetap nihil. Roda derek terjebak lumpur, sling berkali-kali lepas, dan bus tetap tak bergeser sedikit pun dari posisinya.

Bagi petugas, hambatan itu disebabkan medan sawah yang licin dan becek. Namun cerita berbeda berkembang di kalangan warga sekitar. Lokasi tersebut dikenal rawan kecelakaan dan sejak lama dikaitkan dengan kisah-kisah tak kasatmata.

Di tengah suasana itulah sopir bus, Hery Mulyono, mengaku mengalami kejadian yang tak bisa ia jelaskan secara logika. Pada malam pertama setelah kecelakaan, saat area mulai sepi dan penerangan minim, ia merasa tidak sendirian.

“Malam pertama setelah kecelakaan saya didatangi sosok perempuan yang berdiri di belakang bus,” ujar Hery Mulyono kepada awak media.

Pengakuan itu sontak membuat suasana lokasi semakin tegang. Sejumlah warga memilih tidak lagi mendekat saat malam hari. Ada yang menyebut sering mendengar suara langkah, ada pula yang mengaku melihat bayangan melintas di sekitar bangkai bus.

Merasa terganggu dan khawatir, Hery bersama sejumlah warga setempat kemudian menggelar doa bersama dan mengaji di salah satu makam yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Ikhtiar spiritual itu dilakukan untuk meminta kelancaran dan keselamatan selama proses evakuasi.

Namun upaya tersebut belum langsung membuahkan hasil. Hingga hari ketiga, bangkai bus tetap tak bisa diangkat. Baru pada Minggu (25/01) pagi, menjelang evakuasi hari keempat, Hery kembali melakukan ikhtiar yang lebih khusus.

Ia melakukan ritual dengan membakar kemenyan serta menyiramkan air ke bagian bodi bus dan crane. Ritual itu dilakukan karena seluruh upaya evakuasi sebelumnya selalu gagal, meski alat berat telah dikerahkan. Warga sekitar menyebut, setelah ritual dilakukan, suasana lokasi terasa berbeda. Proses evakuasi yang semula selalu menemui kendala mendadak berjalan lebih ringan.

Dan benar saja. Pada hari keempat, dua unit crane akhirnya berhasil mengangkat bangkai bus dari area persawahan tanpa hambatan berarti. Bus yang selama tiga hari “tertahan” akhirnya bisa dipindahkan.

“Alhamdulillah, evakuasi hari keempat berjalan lancar dan bus berhasil diangkat,” kata Hery.

Selama proses evakuasi berlangsung, jalur nasional Jember–Banyuwangi sempat ditutup total selama sekitar satu jam. Pengamanan arus lalu lintas dilakukan oleh petugas Polsek Silo dan Polsek Mayang. (ida)

 

 

 

Editor : M Firman Syah
#kecelakaan #bus #wisata #jember #mistis