RADAR SURABAYA – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, memastikan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kabupaten Pamekasan digelar di Gedung DPD Golkar Jawa Timur, Surabaya.
Menurutnya, keputusan tersebut tidak dilatarbelakangi persoalan internal, melainkan demi efektivitas dan kelancaran konsolidasi organisasi.
“Tidak ada permasalahan. Justru supaya konsolidasinya lebih baik, lebih soft, dan lebih mudah kita lakukan. Ini soal efektivitas saja,” ujar Ali Mufthi, Selasa (20/1).
Ia menegaskan bahwa pemindahan lokasi Musda bukan karena adanya kesulitan di daerah. “Enggak sulit sebenarnya. Cuma kita ingin lebih efektif saja,” imbuhnya.
Ali Mufthi juga memaparkan progres pelaksanaan Musda Golkar tingkat kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari total 38 DPD Golkar tingkat II, sebagian besar Musda telah rampung digelar.
“Kalau kita hitung hari ini, tinggal tiga daerah yang belum Musda. Berarti sudah 35 yang selesai,” jelasnya.
Tiga daerah yang belum menggelar Musda yakni Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Pasuruan. Ali menargetkan seluruh rangkaian Musda rampung pada Januari ini. “Insyaallah Januari selesai. Bangkalan rencananya tanggal 24 Januari,” ujarnya optimistis.
Disinggung soal figur kepala daerah yang menjabat sebagai Ketua DPD Golkar kabupaten/kota, Ali menyebut saat ini baru Kabupaten Tuban yang ketuanya berasal dari kepala daerah. “Selain Tuban, sepertinya belum,” katanya.
Terkait dinamika pemilihan ketua DPD Golkar ke depan, Ali Mufthi menegaskan bahwa mekanisme pemilihan tetap berjalan sesuai aturan partai. “Golkar tetap dengan mekanisme pemilihannya. Dinamika pasti ada, nanti kita lihat saja,” jelasnya.
Sementara itu, Ali juga menyinggung dinamika politik di Kota Madiun. Ia menegaskan bahwa pada Pilkada 2024, Partai Golkar tidak mengusung Wali Kota Madiun, Maidi. “Di Kota Madiun, kita berhadapan dengan pasangan lain,” pungkasnya. (mus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista