RADAR SURABAYA - Acara peringatan Isra Mikraj di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, viral di media sosial dan menjadi perbincangan netizen.
Hal ini berawal dari sebuah video yang menampilkan aksi joget seorang biduan di panggung acara Isra Mikraj tersebut.
Aksi tersebut memicu sorotan warganet karena busana dan tarian yang dinilai tidak sesuai dengan konteks acara keagamaan.
Dalam rekaman video, biduan tampak mengenakan gaun hitam dengan belahan hingga ke paha dan berjoget di hadapan penonton serta seorang pria. Meski demikian, sejumlah penonton yang hadir di lokasi tidak terlihat melakukan protes atas aksi hiburan tersebut.
Ketua Panitia Isra Mikraj Desa Parangharjo, Hadiyanto, memberikan klarifikasi terkait kejadian ini. “Hiburan yang menghadirkan biduan pada acara Isra Mi’raj tersebut memang benar adanya. Akan tetapi, hiburan digelar setelah acara usai dan seluruh undangan serta kiai sudah tidak ada di tempat,” ujarnya, Sabtu (17/1).
Hadiyanto menegaskan bahwa hiburan tersebut merupakan inisiatif internal panitia dan baru dimulai setelah rangkaian acara resmi benar-benar selesai.
Menanggapi kegaduhan di media sosial, panitia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Banyuwangi. Klarifikasi dilakukan melalui video resmi yang dibuat di Polsek Songgon pada Jumat (16/1) malam.
“Kami meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Hiburan itu murni untuk internal panitia dan tidak ada kaitannya dengan acara utama Isra Mikraj,” tegas Hadiyanto. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari