Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tragedi Kebakaran di Nganjuk, Pasutri Tewas Terpanggang di Rumahnya, Sang Suami Guru SD di Sidoarjo

Nurista Purnamasari • Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:52 WIB
Lokasi kejadian kebakaran di Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Nganjuk.
Lokasi kejadian kebakaran di Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Nganjuk.

RADAR SURABAYA - Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jumat (16/1) sekitar pukul 15.31 WIB.

Peristiwa tragis itu merenggut nyawa pasangan suami istri, Agus Winariyanto, 41 dan Ririn Nur Faridah, 39, yang ditemukan tewas di dalam kamar rumah mereka.

Seorang warga, Kusnan, 66, mengaku melihat kepulan asap dari genting rumah korban saat sedang bersantai di luar rumah.

“Saya menyadari jika asap itu muncul karena kebakaran. Saya langsung menuju ke rumah tersebut dengan mengendarai motor,” ujarnya.

Sesampainya di lokasi, warga sudah ramai berkumpul dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Namun, pintu utama rumah terkunci rapat sehingga warga harus memecahkan kaca depan dan membuka pintu gulung di sisi rumah.

“Alhasil, kami bisa masuk rumah dan berupaya memadamkan api. Beberapa warga turut menghubungi petugas Damkar,” jelas Kusnan.

Warga sempat mendengar suara ledakan kecil yang diduga berasal dari peralatan elektronik, serta suara samar minta tolong dari dalam rumah sebelum api semakin membesar.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi berhasil memadamkan api sekitar pukul 18.30 WIB. Kedua korban ditemukan tewas telentang berdampingan di kamar yang terkunci.

Jenazah Agus dan Ririn kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RS Bhayangkara Nganjuk menggunakan dua ambulans.

Satreskrim Polres Nganjuk telah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di sekitar rumah. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kesaksian Keluarga

Ayah korban, Lasto, 65, mengaku kehilangan anak dan menantunya sekaligus. “Saya tak tahu persis terkait kejadian kebakaran. Sebab, waktu itu saya tengah bekerja. Saya baru tahu kejadian kebakaran usai tetangga menghubungi saya lewat telepon,” katanya.

Lasto menjelaskan, rumah tersebut dihuni lima orang, termasuk dua cucu laki-laki yang masih kecil. Beruntung, saat musibah terjadi, kedua cucunya sedang dititipkan di rumah kerabat sehingga selamat dari peristiwa tragis ini.

Agus diketahui berprofesi sebagai guru sekolah dasar di Kabupaten Sidoarjo, sementara Ririn adalah ibu rumah tangga yang juga menjabat sebagai Ketua RT 5 RW 2 Dusun Manggarejo.

Selain mengurus keluarga, Ririn juga menjalankan usaha toko kelontong yang berada satu bangunan dengan rumahnya. (trn/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#guru sd #kebakaran #kebakaran nganjuk #nganjuk #sidoarjo #pasutri meninggal