RADAR SURABAYA – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jawa Timur (Jatim), Heru Suseno, memastikan produksi padi di Jatim sepanjang 2025 tetap aman meski sejumlah wilayah sempat mengalami puso akibat cuaca ekstrem. Menurutnya, luas lahan yang mengalami puso tidak berpengaruh signifikan terhadap total produksi padi di Jatim.
“Untuk total yang puso sekitar 4.581,17 hektare, sedangkan yang terdampak cuaca ekstrem seluas 21.228,45 hektare,” ujar Heru kepada Radar Surabaya, Selasa (13/1).
Heru merinci, dari total lahan terdampak tersebut, area yang mengalami banjir mencapai 19.992,20 hektare dengan luas puso 4.580,17 hektare. Sementara akibat kekeringan, lahan terdampak tercatat 1.236,25 hektare dengan puso sekitar 1 hektare.
Ia mengakui curah hujan tinggi sempat melanda Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir. Namun, dampaknya terhadap tanaman padi dinilai masih relatif terbatas dan tidak mengganggu target produksi tahun ini.
“Puso memang ada, tapi tidak banyak dan tersebar di beberapa daerah. Namun tidak mengganggu produksi 2025,” tegasnya.
Berdasarkan data DPKP Jatim, Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro menjadi tiga daerah dengan tingkat puso tertinggi akibat banjir. Meski demikian, lahan-lahan yang terdampak tersebut telah mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Heru menambahkan, Pemprov Jatim juga telah menyiapkan langkah antisipasi jika kerusakan tanaman kembali terjadi. Salah satunya dengan penggantian bibit bagi petani yang lahannya mengalami puso.
“Kalau ada puso, bibit akan kita ganti. Kami terus berkomunikasi dengan Kementerian Pertanian. Petani siap tanam lagi setelah air surut. Antisipasi sudah kami sampaikan,” jelasnya.
Ia menegaskan, banjir akibat hujan deras umumnya tidak melanda lahan padi secara luas. Selain itu, genangan air di area persawahan relatif cepat surut sehingga tidak banyak mengganggu pertumbuhan tanaman padi.
Heru mengatakan pada 2025 luas panen padi di Jatim mencapai 1,84 juta hektare. Angka ini meningkat 13,69 persen dibandingkan luas panen 2024 yang tercatat sebesar 1,62 juta hektare.
Seiring bertambahnya luas panen, produksi padi juga mengalami lonjakan. Pada 2025, produksi padi Jawa Timur mencapai 10,53 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini naik 13,60 persen dibandingkan produksi padi 2024 yang sebesar 9,27 juta ton GKG. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto