RADAR SURABAYA - Sebelumnya tak ada yang mengenal nama Al Ressa Rizky Rosano. Namun, belakangan ini dia viral karena gugatannya terhadap penyanyi nasional Denada Tambunan.
Selama puluhan tahun, Ressa, begitu dia akrab disapa, hanya mengenal Denada sebagai kakak sepupu.
Setiap kali bertemu, ia memanggil Denada dengan sebutan “mbak”, tanpa pernah mengetahui bahwa sosok tersebut ternyata adalah ibu kandungnya sendiri.
Ressa mengaku beberapa kali bertemu Denada, namun interaksi mereka sebatas tegur sapa.“Pernah ketemu, beberapa kali. Saya memanggil Mbak Denada,” cerita Ressa.
Sejak bayi, Ressa dirawat oleh adik dari Emilia Contessa, yang seharusnya berstatus neneknya.
Namun, ia tumbuh dengan memanggil perempuan berusia lebih dari 60 tahun itu sebagai ibu.
Dalam keterbatasan ekonomi, Ressa menjalani masa kecil hingga dewasa di bawah asuhan sosok tersebut.
Ressa sempat berkuliah di salah satu universitas swasta di Banyuwangi, tetapi harus berhenti di semester empat karena tidak mampu membayar biaya pendidikan.
“Ya kuliah di sini saja, karena saya gak mampu. Baru semester 4 saya keluar karena gak bisa bayar,” ungkapnya.
Kini, Ressa tinggal di sebuah gudang di rumah induk Denada di Jalan Gajahmada, Banyuwangi. Ia memilih tinggal di sana untuk mengurangi beban orang tua yang sudah lanjut usia.
“Ya terakhir sampai sekarang saya tinggal di Gajahmada, di gudang belakang yang dijadikan kamar,” tegasnya.
Meski irit bicara, ekspresi wajah Ressa menunjukkan banyak kisah yang terpendam. Ia menegaskan tidak pernah berniat membuka kisah hidupnya ke publik, namun berharap keluarganya bisa mengakhiri perdebatan internal yang selama ini terjadi.
“Saya hanya ingin memperjuangkan hak saya sebagai anak, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi ibu yang merawat saya sejak bayi,” kata Ressa.
Ia berharap pengakuan atas haknya sebagai anak dapat mengakhiri kisruh internal keluarga, sekaligus menjadi bentuk penghargaan bagi sosok yang telah merawatnya sejak lahir. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari