Bupati Sidoarjo Ingin Kembangkan Wisata Mangrove di Sedati, Siapkan Akses Jalan Lewati Lahan TNI AL
Diky Putra Sansiri• Jumat, 9 Januari 2026 | 14:14 WIB
OPTIMISTIS: Gambaran kawasan wisata mangrove yang akan dikembangkan.
RADAR SURABAYA – Bupati Sidoarjo Subandi terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis lingkungan dengan merencanakan pembangunan kawasan wisata mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Sedati. Destinasi ekowisata tersebut akan dikembangkan di Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi.
Sebagai langkah awal, Pemkab Sidoarjo memfokuskan penataan pada pembangunan akses jalan menuju kawasan wisata mangrove. Saat ini, proses persiapan pembangunan dan peningkatan jalan sudah mulai dilakukan guna menunjang kemudahan akses wisatawan.
Bupati Subandi menyampaikan, akses jalan menuju kawasan wisata mangrove direncanakan sepanjang 2,5 kilometer dari jalan utama dengan lebar mencapai 25 meter. Namun, sebagian trase jalan tersebut melintasi lahan milik TNI Angkatan Laut (AL), sehingga diperlukan koordinasi lintas instansi.
Untuk itu, Bupati Sidoarjo mendatangi Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Surabaya, Kamis (8/1), guna membahas pemanfaatan lahan TNI AL sebagai akses jalan menuju kawasan wisata mangrove.
Dalam kunjungan tersebut, Subandi didampingi Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Sidoarjo M. Bachruni Aryawan, Kepala BPKAD Sidoarjo Chusnul Inayah, serta Kabag Hukum Setda Sidoarjo Komang Rai Warmawan.
Rombongan diterima langsung oleh Komandan Kodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto bersama Wakil Komandan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi.
“Rencana kami ke depan adalah membangun kawasan wisata mangrove di wilayah timur Sidoarjo. Untuk akses jalan, kami membutuhkan lahan milik TNI AL sekitar 20 meter kali 120 meter,” ujar Bupati Subandi di hadapan jajaran Kodaeral V Surabaya.
Menurut Subandi, pengembangan wisata mangrove tidak hanya bertujuan meningkatkan daya tarik pariwisata Sidoarjo, tetapi juga sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Menanggapi rencana tersebut, Dankodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto menyatakan dukungannya. Ia menyebut pemanfaatan lahan TNI AL untuk kepentingan publik dapat dibahas lebih lanjut secara teknis.
“Untuk rencana jangka panjang pengembangan mangrove, bisa dibicarakan kembali dengan Asisten Logistik Kodaeral V,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim CKTR Sidoarjo M. Bachruni Aryawan menjelaskan, penataan awal kawasan wisata mangrove difokuskan di pesisir Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi. Ke depan, pengembangan akan diperluas hingga pesisir selatan Kabupaten Sidoarjo.
“Kawasan wisata mangrove direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 33 kilometer, mulai dari pesisir Kecamatan Sedati hingga Kecamatan Jabon, dengan lebar kawasan sekitar 1 kilometer,” jelasnya.
Pengembangan wisata mangrove ini diharapkan menjadi salah satu ikon baru pariwisata Sidoarjo yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (dik/vga)