Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pasar Murah Perdana Jelang Ramadan di Sidoarjo, Pemprov Jatim Tekan Kenaikan Harga Sembako

Diky Putra Sansiri • Kamis, 8 Januari 2026 | 16:41 WIB
SIDAK: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah di Pasar Wisata Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (8/1). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
SIDAK: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah di Pasar Wisata Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (8/1). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SURABAYA – Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah antisipatif untuk menekan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pasar Murah yang digelar perdana pada 2026 di Pasar Wisata Tanggulangin, Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (8/1).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pasar murah merupakan instrumen intervensi pemerintah guna menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang meningkatnya permintaan bahan pokok saat Ramadan.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Pastikan Super Flu di Jawa Timur Terkendali, Imbau Masyarakat Tidak Perlu Panik tapi Tetap Waspada

“Pasar murah ini bertujuan menekan gejolak harga agar tidak melonjak saat Ramadan. Bukan untuk mematikan pasar tradisional, melainkan membantu masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah, memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Khofifah.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas strategis dijual di bawah harga pasar. Beras premium dilepas seharga Rp 14.000 per kilogram atau Rp 70.000 per sak, lebih murah dibanding harga pasaran kabupaten yang mencapai Rp 15.000 per kilogram. Sementara beras SPHP dijual Rp 11.000 per kilogram, di bawah harga pasar Rp 13.000 per kilogram.

Baca Juga: Dugaan Kasus Ijazah Palsu, Wakil Gubernur Bangka Belitung Hellyana Ditetapkan Tersangka

Sejumlah bahan pokok lain juga disediakan dengan harga ekonomis, di antaranya gula pasir Rp 14.000 per kilogram, Minyakita Rp 13.000 per liter, telur ayam ras Rp 22.000 per pack, bawang merah Rp 7.000 per 250 gram, bawang putih Rp 6.000 per 250 gram, tepung terigu Rp 10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp 30.000 per pack. Harga tersebut diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga di pasar umum.

Selain menjual sembako murah, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan beras gratis kepada warga lanjut usia. Lansia berusia 60 tahun ke atas menerima lima kilogram beras sebagai bentuk perlindungan sosial menjelang Ramadan.

“Kami ingin para lansia menghadapi Ramadan dengan lebih tenang, tanpa beban kekhawatiran terhadap kebutuhan pokok,” imbuh Khofifah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Iwan menyebutkan, Pasar Murah di Tanggulangin merupakan kegiatan perdana yang digelar Pemprov Jatim sepanjang 2026. Program ini disiapkan secara khusus untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Ramadan diperkirakan dimulai pada 18 Februari 2026. Karena itu, intervensi pasar kami lakukan lebih awal agar kenaikan harga bisa ditekan,” jelasnya.

Menurut Iwan, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran pasar murah di sekitar 110 titik di berbagai daerah. Lokasi pelaksanaan akan diprioritaskan di tingkat kelurahan dan desa agar mudah diakses masyarakat.

“Perbedaan harga di pasar murah dengan harga pasaran bisa dirasakan langsung oleh warga. Harapannya, ini menjadi penyeimbang agar harga kebutuhan pokok tetap stabil selama Ramadan,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#bahan pokok #gubernur #tanggulangin #pasar murah #jatim