RADAR SURABAYA – Panen raya jagung di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/1), berlangsung lancar dan sukses. Kegiatan ini menjadi bukti kelancaran musim panen sekaligus sinergi antara petani, kepolisian, dan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Panen raya tersebut merupakan bagian dari program penanaman dan panen jagung yang digagas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Hingga awal Januari 2026, panen telah dilaksanakan serentak di 30 titik di Jawa Timur dengan total luas lahan panen mencapai 319,73 hektare.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jatim Kombes Pol Ari Wibowo menjelaskan, khusus di Kabupaten Sidoarjo, panen dilakukan di lahan seluas lima hektare yang dikelola kelompok tani setempat. Proses panen berlangsung bertahap tanpa kendala berarti.
“Panen di Sidoarjo berjalan lancar. Lahan produktif milik masyarakat ini dikelola oleh 38 petani dengan estimasi hasil panen mencapai enam ton,” ujar Ari Wibowo.
Baca Juga: SEA Games 2025: Indonesia Bidik Panen Emas di Thailand, Cek Peluang dari Panjat Tebing hingga Renang
Ia menambahkan, secara keseluruhan Polda Jatim saat ini mengelola lahan seluas 220.082,87 hektare. Dari luasan tersebut, 132.920,34 hektare telah ditanami jagung yang tersebar di berbagai jenis lahan, mulai dari lahan LBS, perhutanan sosial, lahan produktif, hingga lahan pesantren.
Kelancaran panen raya ini, lanjut Ari, juga didukung pendampingan intensif di lapangan serta koordinasi lintas sektor. Hasil panen jagung dari program tersebut sebagian besar telah disalurkan ke gudang Bulog. Hingga panen raya kali ini, total jagung yang terdistribusi mencapai 7.499,65 ton.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Selasa 9 Desember: Gemini Panen Peluang, Libra Harmonis, Pisces Makin Kreatif
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menegaskan, kegiatan panen raya di wilayahnya mendapat dukungan penuh dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidoarjo. Sinergi tersebut menjadi kunci kelancaran panen sekaligus meningkatkan kepercayaan petani.
“Kami mendukung penuh program ketahanan pangan ini. Kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi pendamping dan penggerak masyarakat agar proses tanam hingga panen berjalan lancar,” katanya.
Baca Juga: I-Farm ITS Panen Melon Perdana, Teknologi Pertanian Cerdas Dorong Budidaya Masa Depan
Meski demikian, Ari Wibowo mengakui masih terdapat tantangan dalam penyerapan hasil panen. Sebagian petani memilih menjual jagung ke pihak swasta karena penyerapan Bulog di beberapa daerah belum optimal, termasuk untuk jagung konsumsi.
Ke depan, Polda Jatim berkomitmen terus berperan sebagai fasilitator dan penggerak di lapangan dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan. “Harapannya, produksi jagung terus meningkat, panen berjalan lancar, dan hasilnya dapat terserap maksimal demi mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista