Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Terancam Terkena Gangguan Kulit, Dinkes Sidoarjo Turunkan Layanan Kesehatan bagi Warga Terdampak Banjir Kedungbanteng

Diky Putra Sansiri • Selasa, 6 Januari 2026 | 18:16 WIB

MERESAHKAN: Banjir masih menggenangi kawasan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
MERESAHKAN: Banjir masih menggenangi kawasan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
 

RADAR SURABAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo turun langsung ke lapangan untuk mengantisipasi munculnya penyakit akibat banjir yang tak kunjung surut di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin.

Hampir dua bulan terendam sejak November tahun lalu, banjir setinggi 15 hingga 50 sentimeter mulai berdampak serius terhadap kesehatan warga, terutama memicu penyakit kulit.

Hingga Selasa (6/1), genangan air masih menutupi sejumlah titik permukiman dengan ketinggian hampir setinggi lutut orang dewasa. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan seiring lamanya genangan.

Baca Juga: Warga Sukolilo Mengadu ke DPRD Surabaya gegara Jembatan Baru Picu Banjir di Kawasan Keputih

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Sidoarjo menurunkan layanan kesehatan keliling ke wilayah terdampak banjir. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan pelayanan kesehatan dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Tim Puskesmas Tanggulangin memberikan pelayanan pengobatan secara mobile kepada masyarakat yang terdampak banjir,” ujar dr. Lakhsmie, Selasa (6/1).

Baca Juga: Enam Warga Tewas Akibat Banjir Bandang di Sitaro, Sulawesi Utara, Puluhan Warga Mengungsi

Ia menjelaskan, untuk wilayah yang masih dapat dijangkau kendaraan, petugas menggunakan ambulans untuk berkeliling. Sementara itu, di lokasi yang genangan airnya cukup tinggi, Dinkes Sidoarjo berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar pelayanan tetap menjangkau warga menggunakan perahu karet.

“Untuk lokasi dengan genangan tinggi, kami bekerja sama dengan BPBD agar pelayanan pengobatan tetap bisa menjangkau masyarakat,” terangnya.

Baca Juga: Hujan Deras di Surabaya, Kawasan Rungkut hingga Simo Terendam Banjir

Selain layanan pengobatan, Dinkes Sidoarjo juga menyalurkan bantuan berupa biskuit bagi balita dan anak-anak. dr. Lakhsmie menyebut, penyakit kulit menjadi keluhan terbanyak yang dialami warga, baik anak-anak maupun orang dewasa. Lingkungan yang lembap serta air banjir yang tercemar menjadi faktor utama pemicunya.

“Saat ini keluhan paling banyak adalah penyakit kulit. Karena itu, pelayanan kesehatan kami lakukan secara mobile di desa-desa terdampak banjir,” jelasnya.

Untuk mendukung layanan tersebut, tenaga kesehatan disiagakan di setiap desa terdampak. Setiap desa ditangani oleh dua tenaga kesehatan, sementara jumlah tim kesehatan keliling disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

dr. Lakhsmie juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan diri selama banjir berlangsung.

“Kami mengimbau warga untuk menjaga kebersihan dan segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan seperti gatal-gatal, ruam, atau luka pada kulit. Penanganan sejak dini sangat penting agar tidak berkembang menjadi infeksi,” tegasnya.

Sebagai informasi, banjir di Desa Kedungbanteng disebabkan oleh hujan lebat yang disertai tertutupnya aliran sungai di wilayah Kedungpeluk. Penutupan aliran tersebut dipicu proyek pembangunan rumah pompa yang hingga kini belum rampung, sehingga menghambat aliran air dan memperparah genangan banjir. (dik/vga)

 
 
 
Editor : Vega Dwi Arista
#dinkes #penyakit #tanggulangin #sidoarjo #banjir