RADAR SURABAYA — Tingkat hunian kamar hotel di Jawa Timur (Jatim) mengalami lonjakan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur mencatat okupansi hotel bahkan melampaui target yang dipatok sebelumnya.
Ketua PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono, menyebut capaian tersebut menjadi angin segar bagi pelaku industri perhotelan di tengah tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan selama libur panjang akhir tahun.
“Alhamdulillah, momen libur Nataru periode kali ini rata-rata okupansi hotel di Jawa Timur berada di kisaran 90 sampai 95 persen,” kata Dwi, Minggu (4/1).
Menurut Dwi, sejumlah daerah destinasi wisata dan kota besar di Jawa Timur mencatat tingkat hunian kamar yang tinggi, bahkan melebihi target. Daerah tersebut antara lain Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, dan Kota Batu. Kenaikan serupa juga terjadi di Blitar, Kediri, Madiun, Jember, hingga Banyuwangi.
Ia menjelaskan, sejak awal PHRI Jawa Timur memproyeksikan tingkat okupansi hotel selama libur Nataru mampu menembus angka 90 persen. Realisasi di lapangan pun dinilai sesuai bahkan melampaui proyeksi tersebut.
Usai berakhirnya periode libur Nataru, tingkat hunian kamar hotel mulai berangsur turun. Meski demikian, penurunannya dinilai tidak terlalu signifikan.
“Sekarang memang mulai turun, tetapi tidak signifikan. Beberapa daerah per hari ini masih berada di kisaran 65 persen,” pungkas Dwi. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto