Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jatim Dapat Alokasi Pupuk Subsidi Capai 1,97 Juta Ton pada 2026

Mus Purmadani • Jumat, 2 Januari 2026 | 22:37 WIB
TERATASI: Pemerintah pusat mengalokasikan pupuk subsidi sebanyak 1,97 juta ton untuk petani di Jatim pada 2026.(IST/RADAR SURABAYA)
TERATASI: Pemerintah pusat mengalokasikan pupuk subsidi sebanyak 1,97 juta ton untuk petani di Jatim pada 2026.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA — Pemerintah pusat mengalokasikan pupuk subsidi untuk Jawa Timur (Jatim) sebesar 1.971.817 ton pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut diharapkan mampu menopang produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di provinsi lumbung pangan nasional tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jatim, Heru Suseno, menjelaskan bahwa alokasi pupuk subsidi 2026 mencakup sejumlah jenis pupuk utama yang dibutuhkan petani. Dari total alokasi, pupuk Urea mendapat porsi terbesar, yakni 964.037 ton, disusul NPK sebanyak 884.868 ton.

“Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan NPK Kakao sebesar 255 ton, pupuk organik 111.670 ton, serta ZA 10.987 ton,” ujar Heru kepada Radar Surabaya, Jumat (2/1).

Heru menambahkan, realisasi penyerapan pupuk subsidi sepanjang tahun 2025 telah mencapai sekitar 90 persen dari total alokasi sebesar 1,88 juta ton. Capaian tersebut, menurutnya, masih sedikit di bawah Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang ditetapkan.

“Selisih antara alokasi dan RDKK dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain perubahan kebijakan harga pupuk serta penyesuaian kebutuhan riil di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa Jawa Timur hingga kini tetap menjadi salah satu penopang utama pangan nasional. Kontribusi produksi beras Jawa Timur mencapai sekitar 17 persen dari total produksi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Jatim pada tahun 2024 tercatat sekitar 6,3 juta ton dan meningkat pada tahun 2025.

“Produksi tahun 2025 naik sekitar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Gabah kering panen diperkirakan mencapai 12 juta ton, sedangkan gabah kering giling sekitar 10 juta ton,” ungkapnya.

Untuk tahun 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur menargetkan luas tanam sekitar 2,35 juta hektare. Namun, target tersebut bersifat dinamis dan dapat disesuaikan dengan kondisi ketersediaan air serta faktor cuaca. “Target ini akan terus kami evaluasi mengikuti kondisi di lapangan,” pungkas Heru. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#kebutuhan #Ton #penyaluran #Alokasi #Tonase #Berita Jawa Timur #hari ini #Pusat #Pertanian #Jawa Timur #bersubsidi #terbaru #jawa timur (jatim) #anggaran #DPKP Jatim #pupuk #pemerintah #jatim #Banyak #RDKK #tahun #berapa #Jatah #petani