Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Padukan Olahraga, Digitalisasi, UMKM dan Penyerapan Aspirasi Anak Muda Membawa Sekretaris DPRD Jatim Meraih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude

Mus Purmadani • Kamis, 25 Desember 2025 | 02:29 WIB
Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur Mohammad Ali Kuncoro meraih gelar Doktor dengan predikat cumlaude
Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur Mohammad Ali Kuncoro meraih gelar Doktor dengan predikat cumlaude

RADAR SURABAYA - Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur Mohammad Ali Kuncoro meraih gelar Doktor dengan predikat cumlaude setelah menjalani ujian disertasi terbuka Program Studi S3 Ilmu Keolahragaan, Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (24/12).

Dengan mempresentasikan disertasi dengan judul Model Strategi Sport Entertainment (MAK) Berbasis Teknologi dan Keberlanjutan: Pendekatan Inovatif Untuk Pemberdayaan UMKM dan Keterlibatan Generasi Muda, Ali Kuncoro berhasil mendapatkan nilai 90.

Dari pantauan Radar Surabaya di lokasi ujian terbuka dipimpin Ketua Penguji Dr Irmantara Subagio, Sekretaris Penguji Prof Dr Agus Hariyanto, Promotor Prof Dr Nurhasan, Co Promotor Prof Dr Dwi Cahyo Kartiko. Dan Anggota Penguji Dr Suko Widodo, Prof Dr Zainudin Amali, Prof Dr Or Gigih Siantoro, dan Dr Achmad Widodo. Selain itu juga tampak hadir Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf didampingi Wakil DPRD Jatim Hidayat, dan juga sejumlah kepala OPD Pemprov Jatim.

Dalam ujian terbuka tersebut Ali Kuncoro menjawab pertanyaan dengan memaparkan gagasannya terkait inovasi penyerapan aspirasi masyarakat yang dipadukan dengan kegiatan olahraga dan digitalisasi. Ia menegaskan, ide tersebut lahir dari pengalamannya bekerja di ruang legislasi yang selama ini memberikan pelayanan dukungan terhadap seluruh tugas dan fungsi DPRD, mulai dari legislasi, legal drafting, budgeting, hingga fungsi pengawasan (controlling).

Menurut pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jatim ini, dalam proses penelitian yang dilakukan, banyak program yang sebenarnya bisa menjadi sarana bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyerap dan menyalurkan inspirasi dari lingkungan sekitar. “Ada reses, ada pertemuan, ada ruang-ruang aspirasi. Dari situ saya berpikir bagaimana fungsi pelayanan yang saya jalankan bisa dikemas dengan pendekatan yang lebih relevan dengan tren saat ini,” ujarnya.

Ia kemudian mencoba mengaplikasikan gagasan tersebut melalui pendekatan olahraga, namun tidak terbatas pada olahraga prestasi. Ali Kuncoro memilih olahraga tradisional dan aktivitas yang tengah digemari masyarakat, seperti lari atau running. “Running ini sedang hype (ramai diminati, red). Saya berusaha mengombinasikan digitalisasi dan pelibatan generasi muda agar olahraga ini tidak kehilangan ruhnya,” katanya.

Dari pemikiran tersebut, lahirlah sebuah kegiatan yang diberi nama Aspirasi Run. Ia menegaskan, sebagai bagian dari pemerintah, kegiatan ini tidak berorientasi bisnis dan sepenuhnya bersifat non-charge. Namun demikian, pemanfaatan teknologi tetap diterapkan. Peserta diminta mendaftar secara daring, sementara substansi kegiatan diarahkan pada penyampaian aspirasi secara bebas.

“Peserta kami minta menyampaikan apa mimpinya ke depan, apa yang dirasakan terhadap anggota DPR, DPD, atau pemerintah daerah, termasuk Jawa Timur. Semua aspirasi itu akan menjadi serat atau bahan masukan,” jelasnya.

Ali Kuncoro menilai, aspirasi yang terhimpun berpotensi melengkapi berbagai program pemerintah yang sudah berjalan presisi di masing-masing sektor. Menariknya, hampir 90 persen peserta kegiatan tersebut berasal dari kalangan muda. “Jarang yang sepuh (tua) ikut. Ini memang kita desain mengikuti tren anak muda, termasuk santri muda yang sekarang pergerakannya cepat,” katanya.

Selain berdampak pada penyerapan aspirasi, kegiatan ini juga dinilai memberi efek ekonomi. Okupansi hotel meningkat, aktivitas ekonomi lokal bergerak, tanpa adanya praktik KKN karena peserta berasal dari berbagai daerah. Ia menegaskan, ukuran keberhasilan sebuah kegiatan bukan sekadar ramai, tetapi dampak yang ditimbulkan. “Kalau event itu besar dan punya dampak luas, saya kira itu sudah 90 persen keberhasilan,” tegasnya.

Ke depan, Ali Kuncoro berharap program Aspirasi Run dapat dikembangkan lebih luas. Ia mendorong generasi muda untuk menindaklanjuti gagasan tersebut dengan semangat moral yang berkelanjutan. “Moral itu bukan titik, tapi koma. Artinya harus terus dilanjutkan,” pungkasnya. (mus/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#disertasi #Sekretaris #cumlaude #dprd #aspirasi