RADAR SURABAYA - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali erupsi pada Rabu (24/12) pagi. Letusan tercatat pukul 04.23 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl), disertai suara gemuruh lemah.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyampaikan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut.
“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru dengan tinggi kolom letusan sekitar 900 meter di atas puncak. Letusan pagi ini disertai suara gemuruh lemah,” kata Sigit dalam laporan tertulis.
Selain erupsi pukul 04.23 WIB, Semeru juga tercatat mengalami letusan pada pukul 01.39 WIB dengan tinggi kolom abu 700 meter.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 118 detik.
Saat ini Gunung Semeru berada pada status Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
Di luar jarak tersebut, warga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
Warga juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan lontaran batu pijar.
Selain itu juga harus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
“Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Radius 5 km dari kawah juga harus steril dari aktivitas warga,” tegas Sigit. (ant/nur)
Editor : Nurista Purnamasari