Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jelang Nataru, Kru Bus TOW Surabaya Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Rahmat Sudrajat • Kamis, 11 Desember 2025 | 02:34 WIB
Kru bus AKDP dan AKAP saat menjalani tes kesehatan di Terminal TOW Surabaya.
Kru bus AKDP dan AKAP saat menjalani tes kesehatan di Terminal TOW Surabaya.

RADAR SURABAYA – Menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang dimulai 24 Desember, Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Surabaya melakukan

pemeriksaan kesehatan terhadap kru bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarpovinsi (AKAP).

Pemeriksaan ini bertujuan mengantisipasi risiko kesehatan kru saat membawa penumpang agar perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar.

Sebanyak 40 kru mengikuti tes kesehatan yang meliputi pemeriksaan urine untuk narkoba, napas untuk alkohol, tensi darah, gula darah, berat badan, hingga tes buta warna.

Pemeriksaan dilakukan petugas Puskesmas Sememi selama satu hari dengan antusiasme tinggi dari para kru. 

“Rutin menjelang Nataru kami lakukan cek kesehatan bagi seluruh kru bus dari semua PO yang trayeknya di Terminal TOW.

Agar saat masa angkutan Nataru kru bisa menjaga keselamatan penumpang sehingga perjalanan aman dan lancar,” ujar Kepala UPT Terminal TOW, Hery Isbiyanto, Rabu (10/12).

Hery menambahkan, kru yang tidak sehat akan dipantau dan diarahkan agar tidak menjalankan perjalanan.

Salah satu kru bus Margojoyo, Wahyu, menilai pemeriksaan ini penting untuk mengetahui kondisi tubuhnya, terutama karena ia sering pulang malam.

“Daripada nanti drop di jalan, lebih baik mengetahui kondisi tubuh sekarang,” kata Wahyu.

Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa kru memiliki hipertensi dan gula darah tinggi. dr. Hikmatul Maghfiroh dari Puskesmas Sememi menjelaskan, kru yang ditemukan memiliki

masalah kesehatan diberikan surat rekomendasi dan obat, serta wajib kontrol ke fasilitas kesehatan sesuai tempat tinggal.

“Namun, mereka tetap bisa mengangkut penumpang,” ujarnya.

Menurut dr. Hikmatul, faktor risiko tertinggi yang dialami sopir adalah gangguan jantung dan stroke akibat kurang istirahat.

Beruntung, tidak ditemukan kru yang mengonsumsi narkoba atau alkohol, dan hanya satu orang terdeteksi buta warna.

Pemeriksaan ini diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang selama masa angkutan Nataru.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#akdp #antarkota dalam provinsi #TOW #Terminal Tambak Osowilangon #antarkota antarpovinsi #Natal dan tahun baru (nataru)