RADAR SURABAYA - Banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kembali melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (5/12) sore.
Material vulkanik bercampur air hujan meluap ke permukiman warga di sekitar bantaran sungai, menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, dan kendaraan.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mencatat, 13 rumah, satu masjid, dan satu warung di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, terendam banjir lahar. Selain itu, tiga sepeda motor milik warga tertimbun lumpur.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyebutkan bahwa banjir lahar terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Semeru dan memicu aliran material vulkanik ke sungai.
“Data awal menunjukkan 13 rumah, satu masjid, dan satu warung terdampak. Selain itu, ada tiga motor warga yang terpendam lumpur,” ujarnya.
Selain di Candipuro, banjir lahar juga menerjang Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, tepatnya di aliran Sungai Kali Lanang.
Peristiwa ini bahkan memicu letusan sekunder akibat material panas sisa erupsi yang tersiram air hujan.
BPBD melaporkan, 136 keluarga sempat terjebak di permukiman terdampak sebelum akhirnya dievakuasi ke lokasi aman.
Warga di Dusun Sumberlangsep juga sempat mengungsi ke bukit untuk menyelamatkan diri.
Banjir lahar Semeru di Lumajang menegaskan kembali ancaman serius bagi masyarakat di sekitar gunung berapi aktif.
Dengan 136 keluarga terdampak dan kerusakan pada rumah, masjid, serta kendaraan, pemerintah daerah bersama BPBD telah menyalurkan bantuan darurat dan melakukan evakuasi warga.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana vulkanik, terutama di kawasan rawan aliran lahar.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada karena status Gunung Semeru masih Siaga dan potensi banjir lahar susulan bisa terjadi sewaktu-waktu. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari