Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

DPRD Peningkatan Jumlah Kasus HIV di Jatim Diiringi Kepercayaan pada Layanan Kesehatan

Mus Purmadani • Rabu, 3 Desember 2025 | 00:26 WIB
SISI POSITIF: Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, melihat tingginya kasus HIV di Jatim dibarengi meningkatnya kepercayaan terhadap layanan kesehatan. (IST/RADAR SURABAYA)
SISI POSITIF: Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, melihat tingginya kasus HIV di Jatim dibarengi meningkatnya kepercayaan terhadap layanan kesehatan. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Lonjakan kasus HIV/AIDS di Jawa Timur menjadi perhatian serius DPRD Jatim. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih, menyebut kondisi tersebut memprihatinkan, namun juga memiliki sisi positif yang jarang dibahas. Politisi PKB ini menyebutkan peningkatan jumlah kasus yang terlapor kerap diiringi dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. 

“Setiap kali kita melihat lonjakan prevalensi HIV di suatu daerah, penyebab terbesarnya juga karena ada layanan yang dipercaya masyarakat. Jadi ketika angka naik, itu bisa jadi karena datanya muncul,” ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa, (3/12)

Ia menjelaskan bahwa banyak orang dengan HIV atau ODHIV yang sebelumnya tidak terdata, kini mulai terbuka dan mau mengakses layanan kesehatan. Fenomena ini menunjukkan bahwa mereka merasa lebih nyaman dan tidak lagi takut terhadap stigma. “Kasus HIV itu seperti gunung es. Yang muncul ke permukaan hanya mereka yang mau meneri6ma layanan. Ketika layanan membaik, datanya ikut muncul,” katanya.

Secara khusus, Hikmah menyoroti beberapa kota besar seperti Surabaya, Malang, dan Jember yang memiliki mobilitas penduduk tinggi karena menjadi kota pelajar. Banyak ODHIV dari daerah lain yang sudah terinfeksi kemudian datang ke Jawa Timur dan melanjutkan pengobatan di sini.

“Jawa Timur menerima limpahan OD66y aktif dari daerah asalnya. Mereka datang untuk kuliah atau bekerja, lalu melanjutkan pengobatan dan terhubung dengan komunitas yang memastikan layanan rutin,” jelasnya.

Hikmah menilai bahwa perdebatan mengenai tingginya angka tidak lagi relevan. Yang lebih penting adalah pola penanganan serta strategi pencegahan jangka panjang.

Untuk aspek pencegahan, ia menekankan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga. Hikmah menyebut faktor-faktor seperti masalah relasi keluarga, kesehatan mental, perilaku seks berisiko, penggunaan narkoba dengan jarum suntik, hingga disorientasi seksual sebagai pemicu rentan terjadinya penularan.

“Kalau mau pencegahan yang serius, kuatkan ketahanan keluarga, ekonomi, sosial, mental, dan spiritual. Tidak bisa hanya memberi edukasi agama tapi tidak memperkuat ekonomi keluarga. Itu tidak adil,” tegasnya.

Hikmah memastikan bahwa ketersediaan obat antiretroviral (ARV) aman. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran memadai untuk seluruh ODF yang terdata.

Ia juga memberikan apresiasi kepada komunitas pemerhati HIV/AIDS, seperti Jaringan Indonesia Positif, yang menurutnya memiliki peran vital dalam menjangkau ODF di lapangan.

“Tanpa teman teman ini, muskil kita bisa menjangkau ODHIV. Mereka bekerja dengan hati, tanpa stigma, sehingga ODHIV mau terbuka dan mau menerima layanan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tenaga medis saja tidak akan cukup untuk menjangkau seluruh populasi kunci. Dibutuhkan pendekatan komunitas yang lebih empatik dan mampu membangun kepercayaan.

Hikmah menegaskan bahwa stigma terhadap ODHIV harus dihapuskan. Edukasi masyarakat perlu diperkuat agar tidak ada lagi diskriminasi yang membuat mereka enggan mengakses layanan.

“HIV/AIDS bukan penyakit yang mudah menular. Sepanjang kita teredukasi dan tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, insyaallah aman. Berikan dunia yang lebih baik bagi ODHIV agar mereka bisa hidup nyaman,” katanya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#perhatian #Berita Jawa Timur terbaru #berita kesehatan #Berita Jawa Timur #kasus #hari ini #kepercayaan #jumlah #terbaru #Berita Kesehatan Hari Ini #layanan #kesehatan #jatim #dprd #melonjak #dprd jatim #hiv #aids #meningkat