RADAR SURABAYA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim mencatat capaian positif dalam penghimpunan zakat sepanjang tahun ini. Ketua Baznas Jatim, KH Ali Maschan Moesa, menyampaikan bahwa realisasi penghimpunan zakat mencapai sekitar Rp 54 miliar.
Jika ditambah dengan zakat on balance sheet yakni zakat yang dihimpun langsung oleh masjid maupun pondok pesantren dan hanya tercatat sebagai data, maka totalnya bisa menembus lebih dari Rp 60 miliar.
Menurut KH Ali Maschan, angka tersebut menunjukkan partisipasi masyarakat yang terus meningkat. “Rp 54 miliar itu angka yang tercatat. Kalau ditambah on balance sheet, bisa lebih dari Rp 60 miliar. Alhamdulillah,” ujarnya, di sela program servis dan ganti oli gratis bagi 350 sepeda motor ojek online, Selasa, (2/12).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa semakin besar penghimpunan zakat, semakin besar pula kebutuhan masyarakat yang harus dibantu. Tahun ini, Baznas Jatim menargetkan penghimpunan sebesar Rp 65 miliar. “Insyaallah kalau ditambah on-balance sheet, target itu bisa terlampaui. Tapi kita tetap realistis. Ekonomi kan sedang seperti ini, yang penting tetap ikhtiar,” jelasnya.
KH Ali Maschan juga mengungkapkan bahwa Baznas Jatim baru saja menerima tambahan dana Rp 120 juta yang akan disalurkan untuk bantuan kemanusiaan, salah satunya ke Aceh dan Sumatera Selatan.
Ia memaparkan sejumlah program pemberdayaan ekonomi yang terus berjalan. Program-program tersebut memberi peluang usaha kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau ada saudara yang ingin buka usaha fried chicken, ngomong saja. Nanti kami bantu modal, kami beri skill cara jualannya, bahkan sampai gerobaknya,” terangnya.
Baznas Jatim juga menyiapkan bantuan khusus bagi masyarakat yang hidup sebatang kara tanpa keluarga. Sesuai arahan Gubernur Jawa Timur, mereka akan menerima santunan biaya hidup Rp 600 ribu per bulan hingga meninggal dunia.
“Pokoknya kalau ada warga sebatang kara, monggo dilaporkan ke kami. Verifikasi melalui RT/RW, lalu kami lakukan pengecekan,” jelas KH Ali Maschan.
Ia mengajak masyarakat untuk ikut serta menjadi relawan ataupun memberikan informasi mengenai warga yang membutuhkan bantuan. “Ini bagian dari tugas kami sebagai lembaga filantropi. Kami siap membantu, tetapi butuh dukungan panjenengan semua,” pungkasnya. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto