RADAR SURABAYA — Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) merilis capaian produksi tanaman buah-buahan dan sayuran semusim tahun 2024. Kepala BPS Jatim Zulkipli mengatakan, Jawa Timur membudidayakan 26 jenis komoditas hortikultura yang masuk pendataan, mulai bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, kentang, kubis, wortel hingga aneka jenis jamur.
Dari hasil pendataan tersebut, sejumlah komoditas mencatat produksi di atas 100 ribu ton. Cabai rawit menempati posisi tertinggi dengan produksi mencapai 569 ribu ton, disusul bawang merah sebanyak 476,67 ribu ton. Kentang menyusul dengan 301,88 ribu ton, kemudian kubis 188,44 ribu ton, tomat 113,24 ribu ton, semangka 112,36 ribu ton, bawang daun 110,18 ribu ton, wortel 106,80 ribu ton, dan petsai atau sawi 100,47 ribu ton.
Namun, dibandingkan tahun sebelumnya, tiga komoditas mengalami penurunan produksi, yakni bawang daun, bawang merah, dan kubis. Sebaliknya, beberapa komoditas justru melonjak tajam. “Peningkatan produksi terbesar terjadi pada jamur lainnya, wortel, dan petsai atau sawi, masing-masing naik 151,27 persen, 38,36 persen, dan 33,43 persen," jelas Zulkipli, Minggu (23/11).
Baca Juga: Terekam CCTV saat Curi Motor di Perumahan Lidah Wetan Surabaya, Satu Pelaku Ditangkap
Meski demikian, tidak semua komoditas bernasib baik. Sebelas komoditas tercatat menurun, dengan penurunan terdalam dialami bawang putih yang merosot hingga 54,18 persen.
Dari sisi luas panen, cabai rawit dan bawang merah menjadi dua komoditas terbesar di Jawa Timur. Keduanya sama-sama tercatat memiliki luas panen di atas 50 ribu hektare pada 2024. Luas panen cabai rawit sempat meningkat pada 2020–2022, namun turun pada 2023 dan kembali menurun pada 2024. Peningkatan tertinggi sebelumnya terjadi tahun 2022 sebesar 2,09 persen.
"Pada komoditas bawang merah, luas panen sempat turun pada 2022–2023, namun naik kembali pada 2024. Tahun ini, luas panen bawang merah meningkat dari 51,02 ribu hektare menjadi 53,68 ribu hektare," jelasnya.
Secara keseluruhan, sebagian besar komoditas mengalami kenaikan luas panen pada 2024. Namun delapan komoditas justru turun, antara lain bawang putih (turun 74,38 persen), jamur merang, jamur lainnya, jamur tiram, paprika, bawang daun, cabai rawit, dan cabai besar/teropong. Di sisi lain, komoditas yang mengalami lonjakan terbesar antara lain labu siam (53,65 persen), wortel (46,88 persen), dan stroberi (43,48 persen).
"Dilihat dari produktivitas, labu siam menempati posisi tertinggi dengan 37,69 ton per hektare, disusul paprika 36,46 ton per hektare, dan kentang 24,10 ton per hektare," katanya.
Beberapa komoditas mengalami peningkatan produktivitas yang signifikan. Jamur lainnya mencatat kenaikan luar biasa khingga 280,39 persen, diikuti bawang putih (78,84 persen) dan jamur merang (60,92 persen). Sementara penurunan produktivitas terbesar dialami labu siam (turun 30,39 persen), stroberi (24,66 persen), dan terung (21,33 persen). (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto