Situbondo – Perjalanan pulang AKP Kusmiani pada Senin sore itu seharusnya menjadi rutinitas biasa setelah menjalankan tugasnya di Polsek Arjasa. Namun tak ada yang menyangka, perjalanan yang hanya berjarak belasan kilometer itu berubah menjadi menit-menit terakhir sebelum perwira polisi itu menghembuskan napas terakhir.
Sekitar pukul 15.00, mobil dinas yang dikemudikan AKP Kusmiani melaju dari arah Arjasa menuju Panarukan. Di jalur Pantura, tepat di kawasan yang biasa dilintasinya setiap hari, kendaraan tersebut tiba-tiba berbelok tak terkendali dan menghantam sebuah pohon di tepi jalan. Benturan keras membuat warga yang berada tak jauh dari lokasi langsung berhamburan mendekat.
“Warga melihat mobil langsung menepi ke pohon seperti tidak dikendalikan,” ujar Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Darmawan, sembari menahan rasa kehilangan saat dikonfirmasi, Selasa (18/11).
Warga dan petugas yang kebetulan melintas segera mengevakuasi AKP Kusmiani. Tubuhnya yang sudah lemas dilarikan ke UGD RS Elisabeth Situbondo. Tenaga medis berupaya memulihkan kondisinya dengan resusitasi jantung paru. Namun setelah perjuangan panjang di ruang gawat darurat, nyawanya tak berhasil diselamatkan.
Kapolres Situbondo menyatakan dugaan sementara mengarah pada serangan jantung yang terjadi saat korban sedang mengemudi. Kondisi itu membuat kontrol terhadap kendaraan hilang seketika. “Dugaan awal dari dokter, korban mengalami serangan jantung. Namun kami tetap melakukan penyelidikan lengkap, termasuk pengecekan CCTV dan keterangan saksi,” ujarnya.
Yang membuat kejadian ini semakin mengagetkan, AKP Kusmiani diketahui sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Beberapa jam sebelum insiden, ia bahkan masih mengikuti upacara dengan jajaran kapolsek lainnya. Rekan-rekannya menyebut, almarhumah masih terlihat bugar dan sempat bercanda ringan di sela kegiatan.
Kini, jalan Pantura yang biasanya hanya menjadi lintasan rutinitas, berubah menjadi saksi bisu kepergian seorang perwira yang dikenal tegas namun hangat kepada masyarakat. Sementara, markas Polsek Arjasa menjadi lebih senyap sejak kabar duka itu menyebar. Bendera setengah tiang berkibar sebagai tanda kehilangan atas sosok yang meninggalkan pengabdian panjang dalam kesunyian perjalanan pulangnya.
Editor : M Firman Syah