Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Meski Unggul Fasilitas, Kadishub Jatim: Embarkasi Dhoho Belum Masuk Keputusan Menteri

Mus Purmadani • Selasa, 18 November 2025 | 00:10 WIB
BELUM MASUK: Kadishub Jatim Nyono mengungkapkan embarkasi Dhoho belum masuk keputusan menteri terkait alternatif embarkasi haji tahun depan.(MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)
BELUM MASUK: Kadishub Jatim Nyono mengungkapkan embarkasi Dhoho belum masuk keputusan menteri terkait alternatif embarkasi haji tahun depan.(MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Jawa Timur (Jatim) mendapatkan tambahan kuota haji sekitar 7.000 orang. Sementara, keputusan menteri, memastikan embarkasi Dhoho, Kediri, masih belum bisa memberangkatkan haji. Pemberangkatan masih terpusat di Juanda. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jatim, Nyono, Senin (17/11). 

Ia menjelaskan bahwa terkait proses keimigrasian dan teknis keberangkatan jemaah, Kementerian Haji dan Umrah RI telah mengeluarkan keputusan resmi yang menetapkan Embarkasi Juanda sebagai pusat pemberangkatan jemaah haji dari Jatim.

Nyono juga menyinggung wacana penggunaan Bandara Dhoho, Kediri, sebagai alternatif embarkasi haji. Namun hingga kini, bandara tersebut belum masuk dalam keputusan menteri.

“Ada satu alasan alternatif untuk embarkasi haji. Namun tertolak sehingga belum masuk dalam keputusan menteri. Karena polemik yang ada di Dhoho kemarin sehingga belum bisa masuk keputusan menteri,” terangnya.

Padahal, kata Nyono, Bandara Dhoho memiliki keunggulan dari sisi fasilitas pesawat. Bandara tersebut mampu dilintasi pesawat tipe Boeing 777, pesawat berbadan lebar berkapasitas besar.

Sementara itu, Bandara Juanda saat ini hanya dapat melayani pesawat maksimal Airbus 330 dengan kapasitas sekitar 450 penumpang.

“Kalau di Dhoho bisa sampai 450 sampai 500 penumpang. Tapi Boeing 777 tidak bisa landing di Juanda karena kondisi runway kita yang perlu perbaikan," katanya.

Terkait dukungan transportasi bagi tambahan 7.000 jemaah, Nyono menegaskan bahwa hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah masing-masing. “Untuk dukungan transportasinya nanti ya dari Pemda masing-masing,” katanya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#masing-masing #Berita Jawa Timur terbaru #Menteri Haji dan Umrah #Bandara Dhoho #kuota #Berita Jawa Timur #hari ini #transportasi #Penyelenggaraan #dhoho #pemerintah daerah #keputusan menteri #jemaah #haji #jawa timur (jatim) #umrah #2026 #juanda #embarkasi