RADAR SURABAYA – Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Timur (Jatim), Muhdi, mengungkapkan kondisi tanaman tembakau di sejumlah daerah yang terdampak hujan deras dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengingatkan agar petani memperhatikan sistem drainase di lahan agar air tidak menggenang yang dapat menyebabkan tanaman tembakau mati.
“Curah hujan saat ini sangat tinggi. Jadi mungkin drainase perlu diperbaiki lagi, jangan sampai ada air yang menggenang,” ujar Muhdi kepada Radar Surabaya, Kamis (13/11).
Ia mencontohkan kejadian di Kabupaten Lumajang, tembakau jenis white burley mengalami kerusakan parah akibat hujan lebat. Kondisi serupa juga terjadi di Bojonegoro, sekitar 10 persen tanaman tembakau dilaporkan mati karena terendam air.
Baca Juga: Ada Waste Station, Pasar Sememi Surabaya Jadi Contoh Gernas Mapan
“Biasanya kalau intensitas hujannya sudah seperti ini, tanaman tembakau kita banyak yang rusak. Di Bojonegoro misalnya, yang masih tanaman sekitar 10 persen itu banyak juga yang mati,” jelasnya.
Muhdi menilai, selain upaya mitigasi dari petani, pemerintah perlu turun tangan untuk membantu mengatasi dampak anomali cuaca yang terjadi. Ia mengusulkan agar pemerintah menyiapkan program perlindungan, baik berupa asuransi pertanian maupun dana penanggulangan bencana bagi petani tembakau yang terdampak.
“Yang perlu diperhatikan oleh pemerintah itu bagaimana mengatasi dampak anomali iklim yang terus terjadi ini,” pungkasnya. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto