Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BPBD Jatim Beri Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Tiga Ponpes di Malang

Mus Purmadani • Kamis, 13 November 2025 | 20:31 WIB
SIAGA: BPBD Jatim memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana di tiga ponpes di Malang.(IST/RADAR SURABAYA)
SIAGA: BPBD Jatim memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana di tiga ponpes di Malang.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Sebagai bentuk nyata komitmen mewujudkan Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) di Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim menggelar pelatihan kebencanaan di tiga pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Malang.

Kegiatan bertajuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) itu berlangsung secara maraton di Ponpes An-Nur 3 Bululawang, Ponpes Salafiyah Shirothul Fuqoha’ Gondanglegi, dan PPPI Al-Hikmah Tumpang. Pelatihan tersebut tidak hanya memberi pengenalan potensi bencana dan strategi penanganannya, tetapi juga disertai simulasi evakuasi gempa bumi dan pemadaman kebakaran. Program ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Jatim tentang pembentukan Tim Pestana Provinsi Jatim.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih, yang turut hadir bersama Plt Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Dadang Iqwandy, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas santri, ustad, dan ustadzah agar memiliki kesadaran dan kesiapan menghadapi bencana.

“Kita ingin membentuk pola pikir dan pola tindak yang tangguh terhadap bencana. Tidak hanya reaktif saat terjadi bencana, tapi proaktif dalam mengurangi risikonya,” tegas Hikmah.

Sementara itu, Dadang Iqwandy menjelaskan, ada tiga pilar utama dalam kegiatan SPAB, yakni fasilitas pendidikan aman bencana, manajemen penanggulangan bencana, dan pendidikan pengurangan risiko bencana.

Selain edukasi, BPBD juga melakukan assessment terhadap kondisi bangunan di lingkungan pesantren untuk mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini.

“Harapannya, dari hasil penilaian ini kita bisa tahu lebih awal area mana yang berisiko dan segera melakukan mitigasi,” ujarnya.

Dadang menambahkan, berdasarkan data Kemenag Jatim, terdapat 7.347 pondok pesantren di Jawa Timur dengan total 297.506 santri. Dengan jumlah sebesar itu, kolaborasi berbagai pihak mutlak dibutuhkan agar program Pestana dapat berjalan cepat dan efektif.

Antusiasme juga datang dari pihak pesantren. Pengasuh Ponpes An-Nur 3 Bululawang, Gus Taufiqurrahman, mengaku sangat berterima kasih atas pelatihan SPAB ini.

“Santri dan para ustadz kini lebih paham bagaimana bersikap ketika terjadi bencana. Ini sangat bermanfaat, apalagi di kawasan kami yang rawan banjir dan angin kencang,” katanya.

Hal senada disampaikan Syahrul Mubarok, santri yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS).

“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang kesiapsiagaan bencana. Sekarang kami lebih tahu apa yang harus dilakukan jika musibah datang,” ujarnya. (mus/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#BPBD Provinsi Jatim #Berita Jawa Timur terbaru #Penanggulangan #Pondok Pesantren #siaga #Kesiapsiagaan #bencana #provinsi #bpbd #ponpes #berita malang hari ini #kabupaten malang #santri #BPBD Jatim #an nur bululawang #Pelatihan #malang hari ini #pertolongan