RADAR SURABAYA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, sosok pekerja perempuan yang menjadi simbol perjuangan kaum buruh dan keberanian rakyat kecil dalam memperjuangkan keadilan.
Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang gigih memperjuangkan hak-hak pekerja di awal dekade 1990-an.
Ia berperan sebagai juru bicara dan negosiator bagi sekitar 500 pekerja pabrik dalam aksi mogok kerja pada awal Mei 1993.
Namun, perjuangan itu berujung tragis. Setelah aksi dan perundingan yang tak membuahkan hasil, Marsinah dilaporkan menghilang pada 5 Mei 1993, dan ditemukan tewas empat hari kemudian di Nganjuk dengan dugaan kuat mengalami penyiksaan dan kekerasan seksual.
Sebagai bentuk penghargaan dan rasa syukur atas penganugerahan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar acara syukuran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, bersama keluarga almarhumah Marsinah serta perwakilan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa proses pengusulan Marsinah sebagai pahlawan nasional melalui tahap verifikasi panjang dan melibatkan banyak pihak.
Pemprov Jatim bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Nganjuk serta pemerintah pusat turut berperan dalam melengkapi data dan dokumen yang diperlukan.
“Proses verifikasi membutuhkan data primer yang lengkap. Dulu tidak semudah sekarang, karena pengiriman data harus manual. Sekarang, dengan teknologi, semua bisa diverifikasi dengan cepat dan akurat,” ujar Khofifah, Selasa (11/11) sore.
Khofifah menambahkan, rekam jejak perjuangan Marsinah telah banyak diberitakan oleh media di Surabaya dan Jakarta.
Selain itu, keberadaan Monumen Marsinah menjadi sumber penting dalam proses verifikasi dan penelusuran sejarah perjuangannya.
“Monumen-monumen tentang Mbak Marsinah menjadi bukti kuat perjuangannya. Data primernya akhirnya terkumpul cukup banyak, sehingga memperkuat dasar pengajuan gelar pahlawan nasional,” tutur Khofifah.
Lebih lanjut, Gubernur Jatim menilai Marsinah sebagai sosok perempuan sederhana yang memiliki keberanian luar biasa dalam memperjuangkan keadilan bagi kaum buruh.
“Beliau hidup sederhana, tapi perjuangannya luar biasa. Marsinah menjadi simbol bahwa keberanian dan tekad menegakkan keadilan bisa lahir dari siapa pun, termasuk rakyat biasa,” ungkapnya.
Dengan dianugerahkannya gelar Pahlawan Nasional ini, nama Marsinah kini resmi tercatat dalam sejarah bangsa sebagai pahlawan perempuan pekerja yang memperjuangkan hak buruh dengan penuh keberanian dan ketulusan. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa