RADAR SURABAYA – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, memaparkan perkembangan rencana proyek strategis nasional pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan wilayah Kertosono–Kediri hingga Kediri–Tulungagung. Proyek ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di bagian selatan Jawa Timur.
Emil menjelaskan, pembangunan ruas Kertosono–Kediri merupakan hasil perubahan lingkup dari pemegang konsesi tol Solo–Kertosono. “Jadi ada Kertosono–Kediri, lalu Kediri–Tulungagung. Nah, kalau Kertosono–Kediri ini merupakan perubahan lingkup dari pemegang konsesi tol Solo–Kertosono. Dari Ngawi–Kertosono itu kemudian ditambah sampai Kertosono–Kediri,” terang Emil, Minggu (9/11).
Menurutnya, pengadaan lahan untuk ruas Kertosono–Kediri masih dalam proses. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah pusat terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran pembebasan lahan dan realisasi anggaran proyek tersebut.
“Kita melihat mungkin ada beberapa pertimbangannya dari pemerintah pusat terkait realisasi anggarannya. Tapi kami tetap optimistis ini akan menjadi prioritas, karena penting untuk membangun konektivitas jalur Utara–Selatan di Jawa Timur,” tegas Emil.
Sementara itu, untuk ruas Kediri–Tulungagung, Emil menyebut bahwa pihak pemrakarsa, telah mulai membangun konektivitas dari pusat Kota Kediri menuju Bandara Dhoho. Jalur ini akan menjadi bagian integral dari rencana tol Kediri–Tulungagung.
“Dari Kediri menuju bandara sudah mulai dilakukan konektivitas oleh pihak pemrakarsa. Ini menjadi salah satu bagian dari proyek tol Kediri–Tulungagung,” pungkasnya. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto