Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Memasuki Musim Hujan, Polda dan Pemprov Jatim Siagakan Personel untuk Tanggap Darurat Bencana 

M. Mahrus • Rabu, 5 November 2025 | 18:38 WIB
SIAGA: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengecek peralatan kesiapan tanggap darurat bencana di Markas Polda Jatim, Rabu (5/11).(MAHRUS/RADAR SURABAYA)
SIAGA: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengecek peralatan kesiapan tanggap darurat bencana di Markas Polda Jatim, Rabu (5/11).(MAHRUS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Polda Jatim bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, TNI dan Basarnas serta instansi terkait menyiagakan personel dan peralatan tanggap darurat bencana selama musim hujan di Jawa Timur. 

Sebab, Jawa Timur saat ini sudah memasuki musim hujan. Pada musim hujan sering terjadi bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gelombang tinggi di beberapa daerah di Jatim.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, apel persiapan tanggap darurat bencana di Jawa Timur juga dilakukan serentak di Indonesia dan jajaran Polda Jatim.

"Adapun tujuan daripada apel kesiapan ini adalah kita cek kembali lagi dari mulai awak atau personel yang mengawasi sumber daya manusianya, kemudian peralatan. Ini harus benar-benar siap," ujar Nanang usai memimpin apel gelar pasukan kesiapan tanggap darurat bencana di Jawa Timur didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (5/11).

Nanang menambahkan, berdasarkan data BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) saat ini 43, 8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.

Puncaknya diperkirakan secara bertahap bulan November 2025 hingga Januari 2026. Meningkatnya curah hujan berpotensi mengakibatkan bencana banjir tanah longsor, angin puting beliung hingga gelombang tinggi di beberapa daerah. Selain itu, BMKG juga mendeteksi bahwa bulan November 2025 terjadi fenomena lanina yang berlangsung hingga Februari 2026.

"Kita ketahui bersama bahwa dari mulai kemarin ada perubahan iklim ya dari musim kemarau sekarang musim hujan dan beberapa kali juga terjadi bencana," ucapnya. Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, saat ini mendekati puncak musim hujan. Sehingga kesiapan personel dan peralatan harus benar-benar siap untuk bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Di sini pun kami berkolaborasi dengan Pemda, dengan teman-teman TNI, dengan BNPB, dan semua stakeholder yang terkait. Termasuk masyarakat kami libatkan juga," bebernya.

Dia menyebutkan kegiatan apel kesiapan ini diharapkan paling tidak sebagai langkah sudah mempersiapkan diri dan juga selalu mengevaluasi kejadian-kejadian sebelumnya. 

"Supaya kita terus akan dengan perbaikan-perbaikan di dalam kegiatan pelayanan terhadap permasalahan bencana ini. Sehingga paling tidak kita bisa melakukan secara cepat, tepat. Tidak hanya cepat saja tapi harus tepat karena ini berkaitan dengan pertolongan terhadap jiwa. Kemudian juga berikutnya bagaimana membantu masyarakat korban supaya bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan aktivitas (seperti) sebelumnya," tandasnya. (rus/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#Polda Jatim #Berita Jawa Timur terbaru #tni #tanggap darurat #Gubernur Jatim #siaga #Peralatan #berita bencana alam #Tanggap #khofifah #longsor #personel gabungan #darurat #Berita Kepolisian #Berita Bencana Hari Ini #banjir #basarnas #Tanggap Bencana #pemprov jatim