Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tinjau TKA di SMAN 6 Surabaya, Gubernur Khofifah Sebut Tidak Menentukan Kelulusan

Mus Purmadani • Senin, 3 November 2025 | 18:46 WIB
KOMPETENSI: Gubernur Jawa Timur Khofifah saat meninjau langsung pelaksanaan TKA di SMAN 6 Surabaya. (HUMAS DINDIK JATIM/RADAR SURABAYA)
KOMPETENSI: Gubernur Jawa Timur Khofifah saat meninjau langsung pelaksanaan TKA di SMAN 6 Surabaya. (HUMAS DINDIK JATIM/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Mustakim meninjau pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di SMA Negeri 6 Surabaya, Senin (3/11).

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa TKA tahun ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Jawa Timur sebagai alat ukur kompetensi siswa dari berbagai jenjang pendidikan menengah. “Ini TKA pertama, bukan hanya hari pertama tapi pertama kali digunakan untuk mengukur kompetensi siswa SMA, SMK, Madrasah Aliyah, dan SMA Luar Biasa,” ujar Khofifah.

Total 390.186 siswa, termasuk peserta Paket C, mengikuti TKA serentak dari 4.323 unit sekolah di seluruh Jawa Timur. Ujian ini mencakup mata pelajaran wajib dan pilihan, dilaksanakan pada waktu yang sama di tiap satuan pendidikan.

Khofifah menegaskan bahwa TKA tidak menentukan kelulusan, melainkan berfungsi untuk menstandarisasi kompetensi akademik siswa yang akan menjadi pertimbangan masuk perguruan tinggi negeri (PTN), terutama melalui jalur prestasi tanpa tes.

“Biasanya kan ada yang masuk perguruan tinggi dengan tes dan tanpa tes. Nah, untuk jalur prestasi ini sangat menentukan. Ini menjadi indikator penting bagi perguruan tinggi untuk menilai kemampuan siswa,” jelasnya.

Khofifah juga memastikan kesiapan teknis pelaksanaan TKA, termasuk pasokan listrik dan jaringan internet. Ia bahkan meminta PLN hadir langsung di sekolah untuk memastikan kelancaran ujian.

“Kalau pas tengah-tengah mengerjakan soal tiba-tiba blank spot, itu bisa bikin anak-anak panik. Jadi kesiapan teknis harus benar-benar dijaga,” tambahnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan mental siswa, serta dukungan doa guru dan orang tua. “Grogi pasti ada, tapi sebagian besar anak-anak insyaallah percaya diri,” ujarnya optimis.

Khofifah juga mengungkapkan bahwa selama enam tahun terakhir, sejak 2020 hingga 2025, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa tertinggi diterima di perguruan tinggi negeri, baik melalui jalur tes maupun jalur prestasi.

“Kita berharap TKA ini bisa mengukur standar kompetensi mereka. Ini regulasi baru dari Kemendiknas yang mulai diterapkan tahun ajaran ini untuk kelas 12,” terang Khofifah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa TKA akan memberikan gambaran lebih objektif tentang kemampuan siswa. Selama ini, kata dia, penilaian siswa banyak bergantung pada nilai rapor yang tidak selalu mencerminkan kompetensi sebenarnya.

“Pak Menteri pernah bilang, nilai rapor itu kadang banyak ‘sedekah nilai’. Dengan TKA, kita harap nilainya lebih real dan sesuai kemampuan siswa,” jelas Aries.

Menurutnya, hasil TKA juga akan digunakan untuk memetakan potensi belajar siswa di berbagai daerah, sekaligus menjadi bahan evaluasi peningkatan kualitas pembelajaran.

Aries menegaskan bahwa pelaksanaan TKA tidak dilakukan secara mendadak, sebab sudah melalui tahap simulasi dan gladi bersih di sejumlah sekolah.

“Kalau ada yang bilang mendadak, saya rasa tidak. Sudah direncanakan jauh sebelumnya dan anak-anak sangat antusias menyambut TKA ini,” pungkasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Berita Jawa Timur terbaru #Gubernur Jatim #kapan #berita surabaya hari ini #Dinas Pendidikan Jatim #Dindik Jatim #tka #melihat #siswa #sman 6 surabaya #Berita Pendidikan Terbaru #Tinjau #Pelaksanaan #Berita Pendidikan Hari Ini #Tes Kompetensi Akademik #TKA 2025 #khofifah indar parawansa #gubernur jawa timur