Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BPS Catat Jumlah RPH Aktif di Jawa Timur Capai 198 Unit, Sapi Jadi Hewan Terbanyak Dipotong

Mus Purmadani • Senin, 3 November 2025 | 16:59 WIB
TURUN: Kepala BPS Jawa Timur Zulkipli mencatat jumlah RPH Aktif di Jawa Timur sepanjang 2024 sebanyak 198 unit.(SURYANTO/RADAR SURABAYA)
TURUN: Kepala BPS Jawa Timur Zulkipli mencatat jumlah RPH Aktif di Jawa Timur sepanjang 2024 sebanyak 198 unit.(SURYANTO/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Zulkipli, mengungkapkan bahwa jumlah Rumah Potong Hewan (RPH) dan Tempat Pemotongan Hewan (TPH) aktif di Provinsi Jawa Timur pada akhir tahun 2024 mencapai 198 unit. Angka tersebut menunjukkan fluktuasi sepanjang tahun, setelah sempat meningkat menjadi 200 unit pada Juni–Juli 2024.

Menurut Zulkipli, RPH/TPH aktif merupakan fasilitas yang masih melakukan kegiatan pemotongan ternak secara rutin. Sementara itu, RPH/TPH yang tidak aktif mencakup unit yang tutup sementara (berhenti produksi dalam waktu kurang dari satu tahun) dan tutup permanen (sudah dibongkar atau beralih fungsi).

Pada Desember 2024, tiga daerah dengan jumlah RPH/TPH aktif terbanyak adalah: Kabupaten Tuban (17 unit), Kabupaten Ponorogo (16 unit) dan Kabupaten Magetan (12 unit). Sedangkan daerah yang memiliki RPH/TPH tidak aktif terbanyak pada akhir 2024 adalah Kabupaten Bangkalan dan Bojonegoro.

Selama tahun 2024, tercatat 208.881 ekor sapi dipotong di RPH/TPH seluruh Jawa Timur. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan jenis ternak lainnya. Sapi: 208.881 ekor, Kerbau 1 ekor, Kambing: 16.642 ekor, Domba: 450 ekor, Babi 47.225 ekor

"Pemotongan sapi mencapai puncaknya pada April 2024, bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi menjelang Hari Raya Idul Adha di bulan Juni.Sementara itu, pemotongan kambing dan domba mencapai puncaknya masing-masing pada Maret dan Juni 2024, dan pemotongan babi ertinggi terjadi pada Desember 2024," jelasnya.

Secara triwulanan, data BPS menunjukkan bahwa Triwulan II menjadi periode tertinggi pemotongan sapi dengan kenaikan 0,33 persen dibanding triwulan I. Setelah Idul Adha, triwulan III mengalami penurunan 4,05 persen sebelum naik kembali 0,63 persen di triwulan IV.

Untuk jenis ternak lainnya yakni Kambing turun 1,01 persen di triwulan II, kemudian turun lagi 6,24 persen di triwulan III, dan meningkat 8,20 persen di triwulan IV. Domba naik 160 persen di triwulan II, turun 60,58 persen di triwulan III, dan turun lagi 2,44 persen di triwulan IV.

Babi relatif stabil, dengan sedikit peningkatan pada triwulan III. Kerbau Hanya 1 ekor

"Menariknya, pemotongan kerbau hanya tercatat satu ekor sepanjang tahun 2024, tepatnya pada bulan November. BPS Jatim menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh kebiasaan pemilik kerbau yang lebih memilih penyembelihan mandiri oleh ahli sembelih, dibandingkan menggunakan fasilitas RPH," pungkasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#dipotong #BPS Jatim #pemotongan #Berita Jawa Timur terbaru #babi #Berita Jawa Timur #jumlah #aktif #jatim #badan pusat statistik (bps) #terbanyak #sapi #BPS Jawa Timur #rumah pemotongan hewan #kerbau #tempat #rph