Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tragis! Bocah 3 Tahun di Blitar Meninggal Tersengat Listrik di Dekat Gardu PLN

Nurista Purnamasari • Jumat, 24 Oktober 2025 | 20:19 WIB
Gardu tiang trafo PLN di Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar yang menjadi lokasi meninggalnya balita karena tersengat listrik.
Gardu tiang trafo PLN di Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar yang menjadi lokasi meninggalnya balita karena tersengat listrik.

RADAR SURABAYA - Tragedi menyedihkan terjadi di Dusun Bukur, Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Seorang bocah berusia tiga tahun berinisial ARR ditemukan tewas di dekat gardu listrik PLN pada Kamis (23/10).

Korban diduga tersengat listrik saat bermain di halaman rumahnya, yang berdekatan dengan gardu PLN tanpa pagar pengaman dan dalam kondisi tidak terkunci.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi, korban saat itu berada di rumah bersama neneknya, Nur Janah, 55, sementara kedua orang tuanya sedang bekerja.

Setelah mencuci baju, sang nenek tidak menemukan cucunya di dalam rumah dan mulai mencari ke halaman.

Di sanalah ia menemukan korban sudah tergeletak tak bernyawa di samping kotak panel gardu PLN.

“Korban ditemukan tergeletak meninggal dunia di samping boks gardu PLN. Diduga tersengat listrik dari kotak panel gardu,” ujar Putut.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan visum menunjukkan adanya luka bakar di tangan kanan korban.

Polisi juga menemukan rekaman CCTV yang memperlihatkan korban membuka boks gardu sebelum kejadian.

Satreskrim Polres Blitar kini tengah menyelidiki kasus ini dan berencana memanggil pihak PLN untuk mengklarifikasi sistem pengamanan gardu listrik di lokasi.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa gardu tiang trafo tersebut belum dilengkapi pagar pengaman, dan kotak panel berada pada posisi rendah serta tidak terkunci, mudah dijangkau oleh anak-anak.

Ketua RT setempat, Sadewo, menyebut bahwa gardu tersebut sudah lama berdiri tanpa pengamanan tambahan.

Warga sempat berencana memasang pagar, namun urung dilakukan karena khawatir melanggar area milik PLN. “Kami berharap ada pagar atau pengaman dari PLN di lokasi itu,” ujar Sadewo.

Kematian tragis bocah ARR akibat dugaan sengatan listrik dari gardu PLN menjadi peringatan serius soal pentingnya sistem pengamanan infrastruktur kelistrikan di lingkungan permukiman.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti dan menunggu klarifikasi dari pihak PLN terkait kondisi gardu dan prosedur pengamanannya.

Warga berharap PLN segera melakukan evaluasi dan menambah pengamanan di sekitar gardu untuk mencegah kejadian serupa terulang. Hingga Jumat (24/10), garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian, sementara pihak PLN Blitar belum memberikan pernyataan resmi. (trn/nur)

 

Editor : Nurista Purnamasari
#PLN #balita meninggal #blitar #tersengat listrik #gardu pln #balita