RADAR SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya membangun pendidikan yang berkualitas dan berkemajuan. Berbagai program inovatif dan capaian prestasi menjadi bukti nyata keseriusan Pemprov Jatim mewujudkan “Jatim Cerdas” sebagai langkah membentuk sumber daya manusia unggul.
Keseriusan itu diwujudkan melalui sejumlah program unggulan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur di bawah kepemimpinan Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai. Beragam program kreatif dan strategis digulirkan untuk menumbuhkan prestasi pelajar dan guru, sekaligus menghidupkan kembali semangat kompetitif di dunia pendidikan.
Salah satu program yang menjadi sorotan tahun ini adalah Cerdas Cermat Reborn, digelar untuk memeriahkan HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur. Lomba adu ketangkasan otak, kerja sama tim, dan strategi ini berhasil memantik semangat siswa untuk berkompetisi secara sehat dan kolaboratif.
Menurut Aries, lomba ini bukan sekadar ajang adu pengetahuan, tetapi juga sarana membangun kepercayaan diri, kerja sama, dan daya kritis di era digital. Kegiatan ini untuk menguatkan literasi pelajar dan menjaga semangat belajar bersama.
“Cerdas Cermat menjadi wadah pembelajaran karakter sekaligus akademik. Kami ingin melahirkan generasi emas yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Aries, Minggu (12/10).
Program unggulan lain yang juga mendapat perhatian adalah Gerakan Literasi Sekolah, turunan dari program nasional Kemendikdasmen, yang berkembang pesat di Jawa Timur. Selama lima tahun terakhir, sudah terbit 9.300 judul buku karya siswa, guru, kepala sekolah, pengawas, hingga kepala cabang dinas wilayah. Dari jumlah itu, 1.580 judul terbaru tahun 2024–2025 berhasil mencatatkan Rekor Musim Rekor Indonesia (MURI).
Capaian ini menunjukkan keberhasilan Jatim membangun ekosistem literasi yang kuat di lingkungan pendidikan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut. Ia menyebut karya tulis sebagai warisan yang tak lekang waktu.
Menurut dia, karya tulisan tidak hanya memperkaya khazanah pendidikan Jawa Timur dan Indonesia, tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi dunia. Khofifah berpesan agar insan pendidikan terus menulis dan berkarya, karena melalui tulisan, seseorang dapat hidup seribu tahun lagi.
Selain literasi, Dindik Jatim juga meluncurkan East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 sebagai wadah bagi kepala sekolah, guru, dan pejabat pendidikan untuk berinovasi demi kemajuan layanan pendidikan di Jawa Timur.
Di bidang kewirausahaan, Dindik membentuk 1.600 Kelompok Usaha Siswa (KUS) di 144 satuan pendidikan melalui program SMS Double Track (DT). Program hasil kolaborasi dengan ITS dan praktisi industri ini membekali siswa dengan keterampilan usaha dan pemasaran guna memutus rantai pengangguran lulusan SMA.
Selain itu, ada Inkubator Milea, program pelatihan dan sertifikasi bagi guru dan siswa SMK bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Dirjen Vokasi. Tak hanya siswa, Dindik juga menjalankan Proteg (Program Terapan Ekonomi untuk Guru) yang memberi kesempatan bagi guru dan pegawai tidak tetap untuk berwirausaha.
Dindik Jatim turut menghadirkan Program Vokasi Istimewa bagi siswa disabilitas serta pelatihan digitalisasi untuk 1.000 siswa SMA/SMK di bidang teknologi informasi, termasuk penerapan kecerdasan buatan (AI) dan coding.
“Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki soft skill yang kuat agar siap bersaing di dunia kerja,” jelas Aries.
Program-program berkelanjutan tersebut membuahkan hasil positif. Sepanjang 2025, Jatim kembali meraih Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen 2025 untuk ketiga kalinya berturut-turut, dengan 29 medali dari 37 bidang lomba — terdiri dari 20 emas, 6 perunggu, dan 2 perak.
Jatim juga mendominasi perolehan medali prestasi nasional 2024 berdasarkan data Kemendikdasmen (SIMT.kemdikbud.go.id), dengan total 5.098 medali dari seluruh jenjang pendidikan. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah (4.553 medali), DKI Jakarta (3.796), DIY (3.371), dan Jawa Barat (2.886).
Capaian ini tidak lepas dari dukungan kebijakan dan anggaran pendidikan Pemprov Jatim. Tahun ini, pemerintah provinsi mengalokasikan Rp 126,236 miliar untuk peningkatan kualitas pendidikan yang merata dan inklusif, termasuk pembangunan dan rehabilitasi 159 sekolah (34 SMA, 95 SMK, dan 30 SLB) dengan total anggaran Rp 100,736 miliar.
Pemprov juga menyiapkan bantuan Rp 1 juta bagi calon peserta didik prasejahtera yang tidak diterima di sekolah negeri dan belum menerima bantuan lain. Kuotanya 150 peserta didik per kabupaten/kota dengan total anggaran Rp 5,7 miliar.
Selain itu, Rp 19,8 miliar dialokasikan untuk pengadaan alat praktik di 152 SMK dan satu SLB. Pemprov Jatim berkomitmen mewujudkan pendidikan bermutu dan berkeadilan bagi seluruh warga tanpa terkecuali.
Beragam program pendidikan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur yang mengusung tema Jatim Tangguh Terus Bertumbuh. Melalui tema tersebut, Pemprov Jatim menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing. (mus)
Editor : Lambertus Hurek