Tuban - Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Jawa Timur. Jalur kereta api nonaktif Jombang–Babat–Lamongan–Tuban resmi masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2030, sebagai salah satu proyek prioritas reaktivasi jalur lama yang akan dihidupkan kembali oleh pemerintah.
Jalur ini sudah lama berhenti beroperasi, dengan segmen Babat–Tuban tercatat nonaktif sejak era 1990-an. Kini, PT KAI bersama sejumlah instansi terkait tengah melakukan kajian awal berupa pemetaan jalur lama, pengecekan kondisi lahan, serta penentuan kemungkinan rute baru, mengingat sebagian trase lama telah berubah fungsi menjadi kawasan permukiman dan fasilitas publik.
Reaktivasi jalur sepanjang 68,7 kilometer itu direkomendasikan memiliki double track (lebar rel 1.067 mm) dengan kecepatan desain mencapai 120 km per jam. Untuk tahap awal, estimasi biaya reaktivasi segmen Jombang–Babat diperkirakan mencapai Rp 2,45 triliun.
Masuk 13 Jalur Prioritas Nasional
Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menetapkan 13 jalur kereta nonaktif yang akan dihidupkan kembali sebagai bagian dari prioritas nasional, dan Jombang–Babat–Tuban termasuk di dalamnya.
Rencana ini juga telah tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 2128 Tahun 2018, yang menetapkan reaktivasi jalur tersebut sebagai bagian dari program strategis pengembangan transportasi nasional.
Pemerintah Kabupaten Tuban turut menjadikan reaktivasi jalur kereta ini sebagai program prioritas pembangunan daerah tahun 2025, seiring dengan dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN).
Meski demikian, pihak Pemkab Tuban menyatakan hingga kini belum menerima petunjuk teknis (juknis) secara detail terkait pelaksanaan reaktivasi tersebut. (wfq/fir)
Editor : M Firman Syah