RADAR SURABAYA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim menerima 55 kantong jenazah korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran Sidoarjo. Hingga kini Tim DVI masih bekerja untuk mengidentitifikasi jenazah korban.
"Pada pagi hari ini sampai saat ini, total kami menerima kantong jenazah mulai dari awal sampai sekarang totalnya 55. Dari 55 itu, 5 body part," kata Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol M Khusnan Marzuki, Senin (6/10).
Dia menambahkan, proses identifikasi terhadap jenazah masih terus berjalan intensif di Posko DVI.
"Yang pertama kemarin 3, terus terambah 2. Berarti total yang sudah teridentifikasi 10 termasuk yang di Sidoarjo kemarin. Yang ini masih berjalan identifikasi terus. Dan sampel DNA sudah saya kirim," ucapnya.
Ia melanjutkan Tim DVI telah mengambil sampel DNA dari keluarga korban pada hari Kamis. Sampel tersebut kemudian dicocokkan dengan sampel dari jenazah yang ditemukan.
"Hari Jumat, itu kan jenazah yang pada perdatangan ke sini. Jadi hari Sabtu pagi dari sampel keluarga sama sampel jenazah yang kami ambil sama adik-adik saya itu kami kirim jam 6 pagi hari Sabtu," terangnya.
Khusnan berharap proses rekonsiliasi dan identifikasi dapat segera membuahkan hasil. "Nanti kita rekonsiliasi sore seperti biasanya. Saya usahakan rekonsiliasi jam 3-an. Mending kalau kita sampaikan," pungkasnya.
Hingga kini Tim DVI terus bekerja maksimal mungkin untuk mempercepat proses identifikasi dan memberikan kepastian kepada keluarga korban. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto