Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemprov Jatim Masih Kekurangan 6.013 Nakes, Guru Sudah Cukup

Mus Purmadani • Senin, 6 Oktober 2025 | 00:03 WIB

 

LAYANAN: Warga mendapatkan pelayanan kesehatan saat program 1 RW 1 Nakes di Balai RW 5, Kelurahan Menur Pumpungan, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
LAYANAN: Warga mendapatkan pelayanan kesehatan saat program 1 RW 1 Nakes di Balai RW 5, Kelurahan Menur Pumpungan, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki 86.746 pegawai mulai dari pegawai neegri sipil (PNS), calon PNS, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan PPPK paruh waktu. Namun, Pemprov Jatim masih membutuhkan banyak tenaga kesehatan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur Indah Wahyuni mengatakan, tenaga guru di Jawa Timur sudah sangat mumpuni. Sebab, dari 43.872 kebutuhan, sudah terisi 41.911 atau 96 persen.

 "Sedangkan untuk tenaga kesehatan (nakes) kebutuhannya 14.844 pegawai, baru terisi 8.831 atau 59 persen," jelas Indah di Surabaya, Minggu (5/10). Artinya, pemprov masih membutuhkan 6.013 nakes lagi.

Yuyun menambahkan, setiap tahunnya ada sekitar 2.000 lebih pegawai di Jatim pensiun. "Maka, kami sinkronkan untuk pegawai pensiun, dan rekrutmen agar Pemprov Jatim tidak kekurangan pegawai," katanya.

Lebih lanjut Yuyun mengatakan, sebanyak 21.000 pekerja bukan ASN atau pekerja tidak tetap (PTT) telah diangkat menjadi PPPK paruh waktu.

 Menurut dia, jumlah pegawai bukan ASN di Jatim sebanyak 26.232 orang. "Dari jumlah itu, sekitar 21 ribu telah diangkat menjadi PPPK paruh waktu. Sisanya ada yang menjadi CPNS, ada juga yang memang statusnya ikut pemerintah pusat," ujar Indah.

Anggaran gaji PPPK paruh waktu akan masuk pada belanja barang dan jasa. "Jadi, sudah tidak ada status PTT. Yang ada PPPK paruh waktu," pungkasnya. (mus)

Editor : Lambertus Hurek
#CPNS Nakes #PPPK Jatim #Formasi CPNS Jatim #bkd jatim #pemprov jatim