Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tim DVI Polda Jatim Kirim 57 Sampel DNA Keluarga Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ke Pusdokkes Polri, Lima Jenazah Proses Pendalaman Identifikasi 

M. Mahrus • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 15:38 WIB
EVAKUASI: Jenazah korban musala ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Tim DVI Polda Jatim Kirim 57 sample DNA ke Pusdokkes Polri.(MUNIR/RADAR SURABAYA)
EVAKUASI: Jenazah korban musala ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Tim DVI Polda Jatim Kirim 57 sample DNA ke Pusdokkes Polri.(MUNIR/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Jatim mengirimkan 57 sampel DNA dari keluarga korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo ke Pusdokkes Polri.

Hal itu dilakukan untuk mendukung proses identifikasi terhadap jenazah korban ambruknya Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo. 

"Kami juga menyiapkan dan langsung mengirim besok pagi untuk masalah pemeriksaan DNA. Sampel DNA sudah diambil dari yang sudah melaporkan ante mortem atau pelaporan terhadap keluarganya yang merasa jadi korban. Ada 57 sampel DNA," ujar Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol M Kusnan Marzuki, Jumat (3/10).

Kusnan menambahkan sampel DNA itu akan dikirim ke Pusdokkes Polri untuk dilakukan pemeriksaan pada esok hari (Sabtu). 

"Tes DNA itu adalah saat ini diakui internasional tidak terbantahkan. Jadi kalau begitu sudah dilakukan tes DNA, saya minta tolong teman-teman tidak memberikan opini yang tidak sesuai. Karena itu sudah diakui internasional bahwa tes DNA itu termasuk yang istilahnya bahasa zaman dulu itu tidak terbantahkan lah kira-kira begitu," bebernya.

Polisi dengan tiga melati di pundaknya menuturkan pada Jumat (3/10) Tim DVI Polda Jatim telah menerima 8 jenazah korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny. Sebanyak lima jenazah telah dilakukan identifikasi. Namun kelimanya belum terungkap identifikasinya. Sementara untuk tiga jenazah masih terus proses identifikasi.

Dari lima yang sudah dilakukan identifikasi itu masih memerlukan pendalaman lagi. Di mana belum fix identifikasinya. "Sehingga diperlukan data lagi dari keluarga. Di mana di keluarga itu boleh dan sebaiknya mengirim sebanyak mungkin data termasuk foto-foto terakhir. Karena dari baju-baju yang dipakai itu masih apa masih utuh bajunya. Jadi kalau ada foto yang tepat itu bisa kita sebagai pendukung data," tegasnya.

Sementara untuk kondisi jari korban rata-rata sudah rusak karena sudah lebih tiga hari dan mengalami proses alamiah. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Ponpes Al Khozini Sidoarjo Ambruk #Berita Sidoarjo Hari Ini #keluarga #Polda Jatim #korban #kasus #buduran #jumlah #dna #jatuh #tim dvi #Sample #update #sidoarjo #Berita Sidoarjo #Al Khoziny #musala #ambruk #Kriminal Sidoarjo Hari Ini