RADAR SURABAYA - Tim DVI Polda Jatim masih melakukan proses identifikasi terhadap lima jenazah korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.
Hingga pukul 15.30 sudah ada lima kantong jenazah korban yang dibawa petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.
"Dan ini di dalam sedang menangani ada lima baru ditemukan lagi kita identifikasi supaya kita tahu identitasnya dan kemudian akan kita sampaikan kepada keluarganya. Nanti pendataan akan masuk ke dalam posko," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Jumat (3/10).
Nanang menjelaskan, sementara ini dalam proses identifikasi tidak ada kendala. Tim DVI sudah bekerja dengan peralatan dan sudah mendapatkan data awal dari keluarga korban. Data tersebut mulai data sidik jari, retina mata, DNA, darah dan properti baju yang dipakai korban.
"Ini semua sedang kita identifikasi dan detail. Anggota saya sudah tahu tugasnya. Mudah-mudahan ini kita tunggu sehingga kita tahu identitas lima jenazah yang masuk ini," tegasnya.
Jenderal bintang dua ini menuturkan, saat ini Tim Sar dan personel gabungan masih terus bekerja menggunakan crane alat berat di lokasi. Tentunya pencarian tidak bisa cepat karena konstruksinya.
"Kita lihat kita sudah kerja sama dengan ahli konstruksi ITS dan teman PU cipta karya itu sudah memberikan asistensi tentang bagaimana pemindahan bongkahan bangunan. Dan ini sudah berjalan ini menemukan. Mudah-mudahan lancar sehingga kita bisa menemukan," sebutnya.
Ia melanjutkan dari data 58 yang dilaporkan diharapkan ada yang sudah kembali ke orang tuanya namun belum terdata. "Tapi apapun yang terjadi harus kita terima dengan kecelakaan seperti ini. Dan semua di dalam kegiatan proses pembangunan apapun itu harus sesuai spek teknya dan ada perijinan supaya tidak terjadi. Ini proses pembelajaran sangat mahal dan tidak boleh terjadi lagi," tandasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto