RADAR SURABAYA – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menekankan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai problem solver dalam birokrasi. Menurutnya, ASN tidak boleh justru menjadi sumber masalah.
Hal itu disampaikan Adhy saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Angkatan XVII–XXI serta Golongan II Angkatan X dan XI di Gedung Sasana Wiyata Praja, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim.
“Apa pun tugasnya, tantangannya pasti ada. Tapi yang ditunggu masyarakat adalah solusi, bukan alasan. Jadi jadilah ASN yang sigap, tanggap, dan bisa diandalkan,” ujarnya, Selasa (30/9).
Adhy menegaskan, ASN memiliki tiga fungsi utama. Yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Karena itu, ASN dituntut memahami posisinya sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat sekaligus penopang birokrasi negara.
Sebagai pelaksana kebijakan, ASN harus memastikan program dan regulasi pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran. Sementara sebagai pelayan publik, ASN dituntut menumbuhkan rasa bangga dalam melayani masyarakat.
“Melayani bukan sekadar tugas rutin, tetapi sebuah kehormatan dan ibadah jika dilandasi integritas serta hati yang ikhlas. ASN harus bangga melayani bangsa, bukan merasa terbebani,” tegasnya.
Terkait Latsar, Adhy menyebut kegiatan itu sebagai momentum awal yang penting bagi CPNS. Melalui pelatihan ini, peserta akan menanamkan nilai dasar BerAKHLAK, membangun karakter, serta menguatkan sikap profesional.
“Latsar ini semacam paket awal buat CPNS. Ada penanaman core values, ada upgrade karakter, plus bonus profesionalitas. Tapi misi utamanya tetap sama, ngurus masyarakat, bukan sibuk ngurusi perut sendiri,” ucapnya.
Ia juga menekankan fungsi ASN sebagai perekat bangsa. Di tengah keberagaman, ASN diharapkan menjadi teladan toleransi, menjaga harmoni sosial, sekaligus menguatkan semangat persatuan.
“ASN harus mampu menjadi penjaga ideologi dan nilai kebangsaan. Di tengah perbedaan, ASN harus hadir sebagai perekat dan pemersatu bangsa,” katanya. (mus)
Editor : Lambertus Hurek