Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Animo Masyarakat Terhadap Trans Jatim Tinggi, Komisi D Siapkan Raperda Tentang Transportasi Publik Terintegrasi

Mus Purmadani • Selasa, 23 September 2025 | 11:45 WIB

 

Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim
Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim

RADAR SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur serius mengembangkan program Bus Trans Jatim.

Bahkan Pemprov Jatim menyiapkan anggaran sekitar Rp 700 milar untuk koridor 1 hingga koridor 8.

"Pengguna Trans Jatim semua koridor, saat ini sekitar 22.000 orang per hari. Jika dihitung sederhana, setidaknya ada 11 ribu pengendara roda dua yang beralih ke Trans Jatim, " ujar Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim, Senin (22/9).

Menurutnya dampak positif juga tercatat pada angka kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan data Direktorat Lantas Polda Jatim, pada 2023 sekitar 84 persen kecelakaan disumbang oleh kendaraan roda dua.

Dengan migrasi sebagian pengguna, risiko kecelakaan diperkirakan dapat ditekan signifikan.

“Belum lagi multiplier effect bagi masyarakat sekitar. Di area parkir koridor, UMKM bisa tumbuh, warung kopi berkembang, dan ini menumbuhkan ekonomi lokal,” ungkapnya.

Politisi Partai Gerindra ini menyebut, Trans Jatim layak diklaim sebagai salah satu program paling spektakuler Pemprov Jatim.

“Bukan sekadar soal rakyat mendapat transportasi nyaman, tapi juga efek sosial, keselamatan, dan ekonomi yang ikut bergerak,” jelasnya.

Halim, menyatakan pihaknya sedang mempersiapkan payung hukum berupa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang transportasi publik terintegrasi.

Raperda ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sistem transportasi yang nyaman, terjangkau, dan saling terkoneksi.

“Komisi D berinisiatif menyiapkan Raperda transportasi publik terintegrasi. Nantinya kabupaten/kota juga diharapkan menyiapkan feeder yang masuk hingga kampung dan desa, sehingga masyarakat bisa menjangkau bus antar kota maupun antar provinsi,” kata Abdul Halim.

Menurutnya, saat ini di Jawa Timur sudah beroperasi enam koridor layanan bus Trans Jatim.

Tercatat mulai 27 September mendatang akan diluncurkan Koridor VII rute baru Lamongan Selatan–Dukun Gresik hingga ke Paciran Lamongan Utara.

Rute ini akan terintegrasi dengan koridor Paciran maupun Malang.

Selain itu, untuk Koridor VIII wilayah Malang Raya ditargetkan beroperasi pada November 2025.

Rute ini akan menyambungkan Terminal Tipe B milik provinsi hingga Kota Batu.

“Malang adalah kota pelajar. Kontribusinya besar di dunia pendidikan, jadi transportasi publik yang terintegrasi mutlak dibutuhkan. Kemudian paling tidak nantinya setiap karesidenan di Jawa Timur memiliki layanan transportasi publik. Targetnya ada 14 koridor yang terbangun,” jelasnya.

Halim menambahkan, animo masyarakat yang tinggi terhadap layanan Trans Jatim harus diimbangi dengan penambahan armada di beberapa koridor.

“Banyak usulan agar ditambah armada karena penumpang sudah melebihi kapasitas. Itu yang juga akan kita dorong,” pungkasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#malang #koridor #lamongan #abdul halim #paciran #Komisi A #Trans Jatim #Radar Surabaya #dprd jatim