RADAR SURABAYA - Polda Jatim memburu dalang kerusuhan yang menyebabkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, gedung pemerintah, markas kepolisian, pos polisi di beberapa daerah di Jatim.
"Kami tetap bekerja dan mengumpulkan semua informasi sekecil apapun. Perlu diingat bahwasanya jejak digital atau jejak elektronik tidak akan bisa hilang. Ini akan menjadi petunjuk kami," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Jumat (19/9).
Untuk semua pelaku yang sudah diproses juga akan didalami dan dibuat cluster dari masing-masing perbuatan yang dilakukan. Pihak kepolisian akan menganalisa dan evaluasi terkait kejadian kerusuhan di 10 kota Jatim.
"Tapi kita bisa melihat kalau ini juga terjadi serentak mulai dari Jakarta langsung menyebar Bandung, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya dan lain sebagainya. Ini kelihatan sekali seperti ada yang menggerakkan. Tapi kita juga harus memiliki pembuktian-pembuktian yang valid untuk menyeret pelakunya," jelasnya.
Nanang menyebut Polda Jatim sudah bekerja dan tidak akan pernah berhenti bekerja untuk mengungkap kasus ini. "Kami masih akan melakukan (pengumpulan) informasi secara rinci. Semua informasi-informasi yang ada sehingga paling tidak nanti bisa membantu tim kami mengungkap pelaku-pelaku bahkan pelaksana ataupun yang mendesain kegiatan ini dan bahkan untuk yang membiayai juga," tegasnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat manakala memang ada informasi-informasi penting bisa langsung disampaikan ke polisi dan tidak usah ragu-ragu. "Karena tujuan kita satu bahwa kita tidak ingin ketentraman ini diganggu," ungkapnya.
Jenderal bintang dua ini menuturkan, rata-rata tersangka yang di bawah umur (terlibat kerusuhan) adalah karena ikut-ikutan.
"Kemudian munculnya geng-geng motor atau geng-geng yang lain yang kalau saya lihat seperti mereka ini mau mencari jati diri. Di sinilah kita harus turut berpartisipasi aktif untuk memberikan penyaluran terhadap mereka dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif. Kalau tidak ya itu tadi dan kalau kita lihat mereka gampang sekali terprovokasi karena belum menemukan suatu figur di dalam kelompok itu," tukasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto