Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya dan 23 Daerah di Jatim Siaga Cuaca Ekstrem 10 hingga 17 September

Muhammad Firman Syah • Kamis, 11 September 2025 | 21:12 WIB
BMKG Juanda merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Jawa Timur, termasuk Surabaya, berlaku (10/9) hingga (17/9).
BMKG Juanda merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Jawa Timur, termasuk Surabaya, berlaku (10/9) hingga (17/9).

Surabaya - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur pada (10/9) hingga (17/9). Cuaca diperkirakan disertai hujan sedang hingga lebat, angin kencang, puting beliung, banjir, hingga hujan es.

Sebanyak 23 kabupaten/kota masuk zona waspada, antara lain Surabaya, Bondowoso, Jember, Jombang, Kediri, Kota Batu, Kota Malang, Lumajang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Malang, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Bojonegoro, Tuban, Banyuwangi dan Trenggalek.

Daerah dengan kontur curam, pegunungan, dan perbukitan diperkirakan paling rentan terhadap banjir bandang, longsor, serta pohon tumbang.

Namun, kawasan perkotaan padat penduduk seperti Surabaya juga terancam banjir genangan, jalan licin, hingga gangguan jaringan listrik akibat angin kencang.

BMKG menjelaskan fenomena ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, gangguan atmosfer Low Frequency, serta suhu muka laut hangat di Selat Madura yang memicu terbentuknya awan konvektif dalam jumlah besar.

Awan konvektif tersebut berpotensi menimbulkan hujan deras disertai petir dan angin kencang yang dapat merusak infrastruktur, rumah warga dan lahan pertanian.

Selain berdampak pada keselamatan warga, sektor transportasi darat juga berisiko terganggu akibat jalan licin, jarak pandang terbatas, dan potensi kecelakaan lalu lintas. Sektor kelautan dan perikanan pun diimbau mewaspadai gelombang tinggi di sejumlah perairan Jawa Timur.

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

"Waspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang hingga tujuh hari ke depan. Masyarakat di wilayah rawan bencana diminta lebih siaga terhadap kemungkinan banjir, banjir bandang, longsor, jalan licin, hingga berkurangnya jarak pandang," jelasnya, Rabu (10/9).

BMKG mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan saat hujan deras, menyiapkan perlengkapan darurat dan selalu memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG. Jika menghadapi kondisi berbahaya, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 112. (dwi/ris/fir)

Editor : M Firman Syah
#BMKG #Jawa Timur #hujan es #cuaca ekstrem #Angin Kencang #peringatan