RADAR SURABAYA - Anjing pelacak dari Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Jatim berperan besar mengungkap identitas korban mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di Dusun Pacet Selatan, Pacet, Mojokerto, Sabtu (6/9). Anjing jenis Labrador ini yang pertama kali menemukan potongan telapak tangan kanan korban.
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto melalui Kasi Humas Polres Mojokerto Iptu Suyanto mengatakan potongan jasad korban mutilasi ini tersebar di semak-semak Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet.
"Area sebarannya cukup luas dengan radius sekitar 200 meter," ujarnya, Senin (8/9).
Kepolisian mengerahkan semua tenaga dari Satreskrim Polres Mojokerto Polda Jatim dibantu para relawan. Setelah dilakukan penyisiran, ditemukan 64 potongan jasad manusia, termasuk potongan telapak kaki kiri.
"Kondisi TKP sangat terjal. Setelah itu, kami terjunkan K9 anjing pelacakan umum jenis Labrador dari Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Jatim," ucapnya.
Anjing pelacakan umum jenis Labrador ini berhasil menemukan potongan telapak tangan kanan korban. Pada hal titik penemuan tersebut sebelumnya sudah disisir oleh polisi bersama para relawan.
"Telapak tangan ini lah yang menjadi kunci pengungkapan identitas korban," terangnya.
Potongan telapak tangan korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk diidentifikasi. Saat ditemukan, ibu jari dan jari tengah pada telapak tangan sudah rusak karena banyak sayatan. Pihak kepolisian sempat kesulitan memindai sidik jari menggunakan Mambis.
Namum berkat ketelitian dan ketekunan Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto, sidik jari pada telapak tangan kanan ini bisa dipindai.
Setelah muncul identitas yang akurat, Satreskrim Polres Mojokerto menerjunkan tim ke keluarga korban untuk melakukan pengecekan. "Menjelang magrib kami dapat petunjuk identitas korban. Kami profiling korban, kami langsung datangi keluarganya. Sekitar jam 19.00 WIB dapat identitas korban," tuturnya.
Korban mutilasi ini adalah Tiara Angelina Saraswati, 25, perempuan lajang asal Jalan Made Kidul, Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Gadis kelahiran Pacitan ini lulusan universitas negeri di Bangkalan, Madura, jurusan Manajemen.
Sehari-hari korban hidup bersama pacarnya Alvi Maulana dan kos di Lidah Wetan Lakarsantri, Surabaya. Korban dan kekasihnya sudah sekitar lima tahun menjalin hubungan asmara. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto