Lumajang – Perselisihan lama berujung tragedi. Seorang pemuda berinisial AZ, 24, tewas setelah dibacok AA, 22, menggunakan celurit di Desa Mojo, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Selasa (2/9) sekitar pukul 00.15 WIB. Polisi menduga aksi sadis ini dipicu kecemburuan terhadap status media sosial korban.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menyatakan korban mengalami luka parah di kepala, mulut, dan leher hingga kehilangan banyak darah.
"Darah keluar begitu cepat hingga korban tidak tertolong," ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Lumajang, Selasa sore.
Kasus ini berawal dari konflik pribadi. Empat bulan lalu, AZ diduga menjalin hubungan dengan istri AA. Meski telah diselesaikan secara kekeluargaan, rumah tangga AA tetap berakhir dengan perceraian pada Juli 2025. Sehari sebelum kejadian, pelaku disebut tersulut emosi setelah melihat unggahan status AZ di media sosial.
Pada dini hari, AA menghadang AZ yang melintas dengan sepeda motor bersama dua temannya di Dusun Krajan. Kedua rekan korban melarikan diri, sementara AZ berusaha kabur ke arah berbeda. Pelaku mengejar lalu membacok korban berkali-kali hingga tewas di lokasi.
Sekitar pukul 01.30 WIB, AA menyerahkan diri ke perangkat desa dan kemudian dibawa ke Polres Lumajang tanpa perlawanan. Polisi turut mengamankan celurit yang digunakan dalam pembunuhan. “Tersangka bereaksi spontan karena emosinya tersulut setelah mengetahui status korban di media sosial,” kata Kapolres Alex.
Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan motif lain yang melatarbelakangi pembunuhan tersebut. (wid/gab/fir)
Editor : M Firman Syah