Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Forkopimda Jatim dan Elemen Masyarakat Gelar Apel dan Doa Bersama, Gubernur Khofifah Minta Semua Bersatu Jaga Jawa Timur

M. Mahrus • Selasa, 2 September 2025 | 18:26 WIB
SINERGI: Forkopimda Jatim dan elemen masyarakat usai pelaksanaan apel dan doa bersama untuk Jawa Timur di Lapangan Mapolda Jatim, Selasa (2/9). (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
SINERGI: Forkopimda Jatim dan elemen masyarakat usai pelaksanaan apel dan doa bersama untuk Jawa Timur di Lapangan Mapolda Jatim, Selasa (2/9). (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Forkopimda Jawa Timur (Jatim) bersama elemen masyarakat menggelar apel dan doa bersama potensi masyarakat Jawa Timur untuk kamtibmas yang kondusif di lapangan Mapolda Jatim, Selasa (2/9).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, apel dan doa bersama potensi masyarakat Jatim luar biasa dan sebagai komitmen untuk terus bisa menjaga Jatim aman dan kondusif.

"Kita ingin kembali menguatkan merakit bergandeng tangan memastikan bahwa seluruh TNI, Polri pemerintah masyarakat elemen-elemen strategis semua bersatu padu menjaga Jatim aman dan kondusif," ujarnya usai apel dan doa bersama di Mapolda Jatim, Selasa (2/9).

Khofifah mengajak semua elemen masyarakat kembali dari RT/RW melakukan ronda malam atau siskamling. Semuanya bisa dimaksimalkan. 

"Yang kampung tangguh atau kampung merah putih dipastikan bisa berjalan dengan baik. Semua supaya bisa memastikan bahwa suasana aman dan kondusif ini bisa memberikan ketenangan secara substantif kepada seluruh masyarakat jawa timur mupun mereka yang ada di Jawa Timur," ucapnya.

Selain apel juga digelar doa bersama supaya Jatim tetap kondusif. Khofifah menyampaikan terimakasih bahwa profesionalitas kerja bersama sinergitas kolaborasi antara TNI Polri dan masyarakat.

"Insyaallah mulai kemarin berangsur kondusif. Dan hari ini insyaallah kita makin baik dan makin kondusif makin kondusif. Mari kita jaga bersama dan tadi kami menyampaikan pesan lama saring sebelum sharing jadi saring sebelum sharing. Karena pesan berantai secara virtual ini biasanya tidak dikonfirmasi kebenarannya validitasnya tanpa klarifikasi dan seterusnya," bebernya.

Khofifah juga berpesan kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya supaya tidak terprovokasi dan ikut melakukan hal yang anarkis.

"Saya mengikuti ini karena saya sudah ketemu anaknya dan sudah ketemu orang tuanya. Orang tuanya juga tidak tahu anaknya di lapangan. Kemudian anaknya ikut melempar molotov dan seterusnya," bebernya. 

Khofifah menuturkan penyampaian pendapat, pikiran dan rekomendasi disilahkan tidak dilarang. Namun harus dilakukan dengan secara damai. "Toh tiap kamis ada kamisan. Mereka bisa menyampaikan pendapat tiap hari kamis tapi yang kemarin ternyata ada yang punya perilaku kurang baik sehingga akhirnya cagar budaya itu dirusak cagar budaya itu dibakar. Kita tidak ingin hal ini terjadi mari kita jaga bersama kita ingatkan bersama bahwa apa yang sudah dimiliki oleh negeri ini fasum fasus semua mari kita jaga dengan baik," pesannya.

Sementara Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menambahkan, sebagaimana yang disampaikan Gubernur Jatim silahkan menyampaikan pendapat apapun dengan cara damai dan santun. 

"Menyampaikan pendapat itu boleh, itu hak saudara semua. Tapi jangan sampai merusak karena disitu ada hak-hak masyarakat lain ingin aktifitas segala bidang jangan sampai hak terganggu," ucapnya.

Polda Jatim komitmen untuk melaksanakan pengamanan masyarakat melindungi masyarakat jiwa harta benda dan seluruh kegiatan. "Terhadap hal-hal bersifat anarkis secara tegas dan terukur Itu sudah kami perintahkan seluruh jajaran. Sehinga mudah-mudahan tidak terjadi hal demikian mari kita jaga Jatim jaga semua tiap jengkal wilayah di Jatim dengan baik," paparnya.

Nanang mengungkapkan, apel dan doa bersama diikuti komponen masyarakat sudah berkumpul kurang lebih perwakilan ada 1.500. "Ini semua sudah tergelar di semua kabupaten melakukan hal sama. Ini komitmen karena semua terpanggil untuk menjaga lingkungan aman dan damai. Mari kita bersama melakukan kegiatan pengamanan mudah-mudahan tidak terjadi lagi. Harapan kita Jatim tetap kondusif dan sebagai gerbang baru nusantara," tegasnya.

Ditanya terkait pelaku pembakaran Grahadi apakah sudah ditangkap, Nanang menyebut sudah ada yang diamankan. "Ada sudah. Nanti kita akan tindak lanjuti nanti kita publis ke rekan-rekan. Sudah ada 89 orang kita proses hukum. Nanti akan update proses penyidikannya nanti disampaikan kabid humas," tutupnya. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Polda Jatim #Elemen #Gubernur Jatim #Berita Jawa Timur #demo #anak di bawah umur #Doa Bersama #demo surabaya hari ini #pesan #khofifah #berita surabaya hari ini #kondusif #jawa timur (jatim) #aksi #apel #pasca #kondisi #forkopimda #Tokoh #masyarakat #kamtibmas #forkopimda jatim