RADAR SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) dan zakat produktif senilai total Rp 6,1 miliar bagi masyarakat Tulungagung. Penyaluran dilakukan di Pendopo Kabupaten Tulungagung.
Bansos yang disalurkan Gubernur Khofifah antara lain, ASPD kepada 124 penerima berupa uang Rp 3.600.000 per tahun dan paket sembako. Selain itu juga diserahkan alat bantu mobilitas bagi lansia dan penyandang disabilitas sebanyak 31 unit dengan nilai Rp 165.234.000.
Selanjutnya, bansos PKH Plus kepada 927 keluarga penerima berupa uang Rp 2.000.000 per tahun dan sembako. Bantuan BLT Buruh Pabrik Rokok diberikan kepada 857 orang penerima berupa uang Rp 1.325.900 per tahun dan sembako. Selain itu, disalurkan bantuan KIP Putri dan KIP PPKS Jawara berupa uang Rp 3.000.000 dan sembako.
Gubernur juga menyerahkan bantuan Program Pemberdayaan BUMDesa kepada 4 desa, Program Desa Berdaya kepada 3 desa, serta Program Jatim Puspa kepada 3 desa.
Untuk kategori BUMDesa, masing-masing desa menerima Rp 100 juta, yakni Desa Bolorejo (Kecamatan Kauman), Desa Sidorejo (Kecamatan Kauman), Desa Bangoan (Kecamatan Kedungwaru), dan Desa Kromasan (Kecamatan Ngunut).
Pada kategori Desa Berdaya, bantuan sebesar Rp 100 juta masing-masing diterima Desa Bangunjaya (Kecamatan Pakel), Desa Mulyosari (Kecamatan Pagerwojo), dan Desa Samir (Kecamatan Ngunut).
Adapun untuk Jatim Puspa, Desa Majan (Kecamatan Kedungwaru) menerima Rp 130.625.000, Desa Podorejo (Kecamatan Sumbergempol) sebesar Rp 83.500.000, dan Desa Boro (Kecamatan Kedungwaru) sebesar Rp 60.000.000.
Selain itu, diserahkan pula Bantuan Operasional Pendamping PKH Plus berupa uang Rp 900.000 per triwulan dan sembako. Tali Asih bagi Tagana sebesar Rp 750.000 per triwulan dan sembako, serta Tali Asih kepada TKSK sebesar Rp 1.500.000 per triwulan dan sembako. Gubernur juga menyalurkan zakat produktif bagi 50 pedagang ultra mikro.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa bantuan ini diharapkan mampu menjadi bantalan sosial dan ekonomi bagi masyarakat Tulungagung.
“Kami berharap bantuan ini bisa tepat sasaran, tepat manfaat, serta memberikan dampak positif bagi penerima maupun keluarganya,” ujarnya.
Khofifah juga berpesan agar bansos dipergunakan sebaik mungkin sesuai kebutuhan, bukan untuk hal-hal yang merugikan seperti judi online.
“PPATK mengatakan ada sekitar 9 ribu lebih data terkonfirmasi di Jatim dengan nilai mencapai Rp 53 miliar. Jadi saya berpesan, jangan gunakan bansos untuk judi online,” tegasnya.
“Manfaatkan bansos untuk pemenuhan kebutuhan karena kita berharap bantuan ini bisa menjadi bantalan sosial dan ekonomi bagi masyarakat Tulungagung,” tambahnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek