Ngawi – Petani di Dusun Jeruk Gulung, Desa Patalan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kembali menelan pil pahit. Puluhan hektare sawah yang mereka garap mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus yang terus meluas sejak awal tahun.
Pardi, salah seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa lahan seluas 83 hektare gagal panen pada musim tanam pertama. Kondisi serupa kembali terjadi pada musim kedua dengan kerugian mencapai 21 hektare.
"Jadi kami sudah dua kali tanam dan dua kali kami gagal panen,” ujar Pardi, Selasa (19/8).
Tak sanggup menanggung kerugian lebih lanjut, sebagian petani memilih beralih menanam tebu. “Sudah dua kali kami gagal panen padi. Makanya kami sekarang ganti tanam tebu,” tambahnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, Supardi, membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, hama tikus banyak menyerang wilayah pegunungan seperti Desa Patalan.
"Berdasarkan laporan dari petani, serangan hama tikus banyak di daerah pegunungan seperti di Desa Patalan, Kecamatan Kendal," ujarnya.
DKPP bersama kelompok tani telah melakukan berbagai upaya pengendalian, mulai dari gerakan bersama membasmi tikus, pembangunan rumah burung hantu, hingga penyebaran umpan racun. Namun, kondisi sawah terasiring dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat populasi tikus sulit ditekan.
"Kondisi sawah di Desa Patalan membuat populasi tikus lebih sulit dikendalikan dibanding lahan dataran rendah," jelas Supardi.
Sebagai langkah lanjutan, DKPP akan menyalurkan bantuan benih padi dan pupuk organik cair yang diyakini mampu menekan serangan hama, karena tikus tidak menyukai aroma pupuk tersebut. (bil/gab/fir)
Editor : M Firman Syah