RADAR SURABAYA - Pemerintah terus mensosialisasikan manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG). Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Teguh Suparngadi mengungkapkan, program ini bisa membantu mencegah staunting dan bisa memenuhi kecukupan gizi untuk anak.
Teguh mengungkapkan, selain itu, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) member manfaat pada warga sekitar, terutama bagi pelaku UMKM. Mereka dilibatkan langsung mulai dari penyedia bahan baku, pengolah makanan, hingga tenaga kerja.
“Dengan cara ini program MBG tak hanya memberimanfaat kesehatan bagi anak-anak, tapi juga membuka peluang kerja dan mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” lanjutnya.
Bagi masyarakat yang ingin menjadi mitra dapat mendaftarmelalui portal resmi BGN www.mitra.bgn.go.id, tanpa ada pungutan biaya sama sekali. Provinsi Jatim ditargetkan memiliki 421 buah SPPG dan 1.473.500 penerima manfaat. Surabaya yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Timur juga masih jauh dari jumlah ideal terhadap permasalahan gizi.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia menjelaskan mengenai peran BGN yang dibentuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan membentuk Generasi Emas 2045.
"Agar Tercipta SDM yang unggul, profesional, berkualitas dan berdaya saing, MBG bukan sekadar membagikan makanan untuk anak-anak, namun bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia,” ucapnya.
Indah Kurniawati menekankan pentingnya gizi seimbang sejak usia dini, karena itulah kunci mencegah stunting dan membentuk generasi unggul. Menurutnya, MBG adalah langkah penting dan investasi jangka panjang untuk menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
Lurah Balas Klumprik Moch Soeltoni menjelaskan bahwa MBG merupakan langkah strategis tidak hanya membantu menurunkan angka stunting. “Program ini juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.,” katanya.(gun)
Editor : Guntur Irianto